Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kementerian Agama Kaji Konsep Pengelolaan Pengiriman Daging Dam Jemaah ke Indonesia

Kajian pengelolaan daging dam ini dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Kemenag.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kementerian Agama Kaji Konsep Pengelolaan Pengiriman Daging Dam Jemaah ke Indonesia
Dok Kemenag
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief. Pembayaran Dam dilakukan secara kolektif dan penyembelihan hewan Dam dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berizin. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama sedang melakukan kajian konsep perbaikan pengelolaan al-hadyu (Dam) jemaah haji asal Indonesia.

Kajian pengelolaan daging dam ini dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Kemenag.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan tata kelola dam dengan model baru ini bisa memberikan dampak besar kepada masyarakat di Indonesia.

Baca juga: Penyaluran Daging Dam Jemaah Haji Indonesia ke Mustahik Butuh Diskresi dari Pemerintah

"Fatwa ulama Indonesia mendorong pemanfaatan sebesar-besarnya hadyu tidak hanya di Saudi, tapi sampai ke Indonesia," ujar Hilman melalui keterangan tertulis, Jumat (6/10/2023).

Perbaikan tata kelola al-hadyu sudah mulai dilakukan Kemenag, khususnya Dam petugas, pada penyelenggaran haji 1444 H/2023 M.

Pelaksanaannya dilakukan dengan mengacu kepada ketentuan baru penyembelihan hewan Dam.

Rekomendasi Untuk Anda

Pembayaran Dam dilakukan secara kolektif dan penyembelihan hewan Dam dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berizin.

"Daging damnya kemudian dikirim ke tanah air," ucap Hilman.

Sebelumnya, daging hewan Dam hanya didistribusikan ke warga Makkah. Kini, daging itu bisa dikirim ke Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas