Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kesedihan Ridwan Kamil usai Jabar Quick Response Bentukannya Dibubarkan Bey Machmudin

Ridwan Kamil sedih dengan keputusan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin yang membubarkan Jabar Quick Response (JQR). JQR adalah program besutannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Sri Juliati
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Kesedihan Ridwan Kamil usai Jabar Quick Response Bentukannya Dibubarkan Bey Machmudin
Kolase Tribunnews.com
Ridwan Kamil mengaku sedih dengan keputusan Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin yang membubarkan Jabar Quick Response (JQR). JQR adalah lembaga bantuan kemanusiaan di Jabar yang digagas Ridwan Kamil. 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengaku sedih dengan keputusan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin yang membubarkan Jabar Quick Response (JQR).

JQR adalah program besutan Ridwan Kamil saat menjadi gubernur dan telah menjadi lembaga bantuan kemanusiaan sekaligus pertolongan pertama bagi masyarakat di Jabar.

Meski mengaku sedih, Ridwan Kamil mengaku tetap menghormati keputusan Bey Machmudin tersebut.

Sebab, Bey Machmudin-lah yang saat ini memiliki kekuasaan untuk memimpin Jawa Barat selama setahun ke depan.

Hal ini disampaikan Ridwan Kamil saat menjawab pertanyaan seorang netizen di akun Instagram-nya seperti dikutip Tribunnews.com, Kamis (4/1/2024).

"Pak tanggapan Bapak mengenai @jabarquickresponse yang sudah d bubarkan? Pdhl itu program bermanfaat skali yh pak hm," tulis akun @dewi.sapitriii.

Baca juga: Jabar Quick Response Bantu Pemulangan Jenazah Mahasiswi Asal Garut yang Meninggal di Kairo

Emil, begitu karib disapa, juga mengulang pernyataan Bey Machmudin di media yang menyebut, JQR tidak bermanfaat bagi rakyat sehingga dibubarkan.

Rekomendasi Untuk Anda

"menurut Pj Gubernur di media, JQR tidak memberi manfaat untuk rakyat, makanya dibubarkan."

"Saya sedih tapi menghormati keputusan beliau karena beliau yang memiliki kekuasaan sekarang," balas Ridwan Kamil.

Dikutip dari berita.jabarqr.id, program kemanusiaan JQR diluncurkan oleh Emil pada 18 September 2018.

Saat itu, JQR hadir untuk menjawab urgensi masyarakat Jabar yang membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah dalam kondisi darurat.

JQR memiliki tujuan besar sebagai gerakan sosial (civil society movement) sekaligus inovasi atas keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jabar untuk memberikan keputusan atau solusi pertolongan pertama (first aid) bagi warga.

lihat fotoTanggapan Ridwan Kamil saat menjawab pertanyaan seorang netizen di akun Instagram-nya terkait keputusan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin yang membubarkan Jabar Quick Response (JQR).
Tanggapan Ridwan Kamil saat menjawab pertanyaan seorang netizen di akun Instagram-nya terkait keputusan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin yang membubarkan Jabar Quick Response (JQR).

Jabar Quick Response Dibubarkan

Sementara itu, Bey Machmudin menjelaskan, fungsi program JQR akan terus dilanjutkan meski timnya sudah dibubarkan.

"Pertama fungsinya tidak dihapus. Kedua, beberapa kali Pak Ridwan Kamil menyampaikan, birokrasi di Jabar itu salah satu yang terbaik secara nasional," ujar Bey dikutip dari Kompas.com, Kamis (4/1/2024).

Ia menambahkan, Pemprov Jabar memiliki organisasi perangkat daerah (OPD) yang tugas dan fungsinya mirip JQR.

Sehingga apa yang selama ini dilakukan oleh JQR akan dikembalikan lagi ke masing-masing dinas.

"Jadi untuk JQR untuk fungsinya itu saya kembali kepada unitnya, ke organik, jadi ke dinas-dinas seperti Dinsos, Dinkes, BPBD, dan melalui (aplikasi) Sapawarga," katanya.

Kemudian perihal tim dari JQR, kontrak kerjanya tidak dilanjutkan, karena saat ini pihaknya menggunakan Aparatur Sipil Negera (ASN).

"(SDM) ya otomatis berhenti karena kan kami menggunakan ASN," ucap Bey.

Peserta diskusi menyimak paparan dari pembicara pada diskusi panel Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat (Tepas) bertema 'Ruang Untuk ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS)' di Aula Timur Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/9/2022). Diskusi yang diselenggarakan Jabar Quick Response (JQR) ini terkait permasalahan HIV AIDS di Jawa Barat yang saat ini menjadi topik utama dalam perbincangan media, di mana isu terkait jumlah penderita dan sebaran HIV AIDS di masyarakat yang menimbulkan pro dan kontra sehingga dibutuhkan informasi yang akurat dari pemangku kebijakan agar masyarakat teredukasi dengan baik. Adapun pembicara yang mengisi diskusi antara lain Aktivis HIV AIDS Aditia Taslim, Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia Ayu Oktariani, Jabar Quick Response Yana Suryana, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Ryan B. Ristandi, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dr. H. Dodo Suhendar.
Peserta diskusi menyimak paparan dari pembicara pada diskusi panel Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat (Tepas) bertema 'Ruang Untuk ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS)' di Aula Timur Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/9/2022). Diskusi yang diselenggarakan Jabar Quick Response (JQR) ini terkait permasalahan HIV AIDS di Jawa Barat yang saat ini menjadi topik utama dalam perbincangan media, di mana isu terkait jumlah penderita dan sebaran HIV AIDS di masyarakat yang menimbulkan pro dan kontra sehingga dibutuhkan informasi yang akurat dari pemangku kebijakan agar masyarakat teredukasi dengan baik. Adapun pembicara yang mengisi diskusi antara lain Aktivis HIV AIDS Aditia Taslim, Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia Ayu Oktariani, Jabar Quick Response Yana Suryana, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Ryan B. Ristandi, dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dr. H. Dodo Suhendar. (Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN)

Sebelumnya diberitakan, JQR resmi dibubarkan pada 31 Desember 2023 setelah berkontribusi selama lima tahun.

"Kami berterima kasih kepada JQR yang telah melaksanakan tugas dengan luar biasa dan semoga yang telah dilakukan membawa kebermanfaatan bagi semua," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Ika Mardiah di Kota Bandung, Senin (1/1/2024).

Ika mengatakan, selama lima tahun ini, JQR sudah menjangkau 2.622 desa dari 605 kecamatan yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat serta 166.547 penerima manfaat.

Menurutnya, JQR telah berkontribusi besar mentransformasikan konsep layanan cepat Pemrov Jabar melalui manajemen SOP yang tepat.

"JQR telah menjadi model respons cepat dalam menangani pengaduan masyarakat melalui menajemen dan SOP yang tepat," kata Ika, dikutip dari diskominfo.jabarprov.go.id.

Ika juga menuturkan, seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar sudah berhasil mengadopsi spirit respons cepat yang diterapkan JQR.

"Spirit respons cepat terhadap situasi darurat yang butuh penanganan segera, kini telah diadopsi oleh perangkat daerah di Jabar."

"Memang terkadang respons cepat dalam keadaan darurat harus menanggalkan tata birokrasi, tetapi tetap dalam koridor koordinasi," tutur Ika.

Kehadiran JQR, kata Ika, mendorong Pemda Provinsi Jabar untuk mengembangkan sistem pengaduan terintegrasi secara elektronik.

"Untuk kecepatan respons, kini Pemda Provinsi Jabar mengembangkan pengaduan terintegrasi secara elektronik untuk menjalankan respons cepat dan tercatat dari sisi kinerja ASN pelaksana," tuturnya.

(Tribunnews.com/Sri Juliati) (Kompas.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas