Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hari Kartini, Menteri PPPA Ungkap 5 Kekuatan dan Tantangan Perempuan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan perjuangan Raden Ajeng Kartini belum selesai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Hari Kartini, Menteri PPPA Ungkap 5 Kekuatan dan Tantangan Perempuan
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan perjuangan Raden Ajeng Kartini belum selesai.

Ia mengatakan sosok Kartini adalah pendobrak dalam perjuangan kesetaraan.

"Kartini telah memulai perjuangan kesetaran gender. Kartini tidak pernah menyerah dengan situasi yang menekan di segala sisi kehidupannya," ujar Bintang melalui keterangan tertulis, Minggu (21/4/2024).

Bintang mengungkapkan terdapat lima kekuatan dan tantangan perempuan, dengan banyak aspek untuk menjadi peneguhan bersama.

Pertama, kata Bintang, perempuan dengan latar belakang apapun memiliki hak yang sama.

Baca juga: PDIP: Pemikiran RA Kartini Visioner, Perlawanan Terhadap Penindasan Politik, Budaya, dan Hukum

"Kedua, kita meneguhkan bahwa 'perempuan korban bukan aib, menjadi korban bukan kesalahan'. Karena itu, kita bantu perempuan penyintas kekerasan, untuk menguatkan diri dan menyatakan sebagai pihak yang tidak bersalah," ucap Bintang.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketiga, peneguhan bahwa perempuan adalah sumber pengetahuan.

Keempat, peneguhan bahwa kepemimpinan perempuan adalah keniscayaan dalam pembangunan.

Kelima, peneguhan pentingnya perempuan berorganisasi.

Baca juga: 55 Link Twibbon Hari Kartini 2024, Lengkap dengan Cara Buat dan Bagikan di Media Sosial

Menurut Bintang, kerja sama antar sektor, kemitraan yang kuat dan setara juga perlu dibangun antara perempuan dan laki-laki sebagai subyek pembangunan demi mempercepat tercapainya berbagai agenda prioritas.

“Memperjuangkan kesetaraan gender perlu dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Dalam hal ini, akses, kesempatan, perlindungan, dan rasa aman yang sama dan setara di masyarakat menjadi salah satu hak perempuan yang dijamin pemenuhannya oleh negara dan perlu dikawal implementasinya oleh kita semua,” pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas