BP2MI dan Badan Ketenagakerjaan Jerman Bahas Peningkatan Kompetensi PMI
Jerman di masa yang akan datang juga akan fokus pada peningkatan kompetensi bagi pekerja asing yang bekerja di Jerman.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Delegasi Kepala BP2MI bertemu dengan GIZ (Deutschen Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit) dan BA (Bundesagentur fur Arbeit) di kantor GIZ di Frankfurt, Jerman.
GIZ adalah perusahaan internasional milik Pemerintah Jerman yang beroperasi di berbagai bidang di lebih dari 130 negara.
Sedangkan BA adalah Badan Ketenagakerjaan Jerman.
Sejak tahun 2021 BP2MI telah bekerjasama dengan kedua lembaga ini lewat Program Triple Win/Penempatan Pekerja Migran Indonesia Skema government to government (G to G).
"Isu pekerja migran selalu dibahas di Jerman saat ini karena Jerman sedang mengalami kekurangan tenaga kerja. Bahkan hal ini turut dibahas pada pertemuan Komisi Ketenagakerjaan Eropa di Brussels, Belgia, pada bulan lalu," ujar Kepala Departemen Operasional, Siegfried Leffler dan Kepala Divisi Servis Internasional, Thorsten Rolfsmaier, melalui keterangan tertulis, Minggu (5/5/2024).
Ia menambahkan, fokus Komisi Ketenagakerjaan Eropa saat ini adalah masalah kompetensi, bahkan mereka menyebut tahun ini sebagai tahun kompetensi.
Jerman di masa yang akan datang juga akan fokus pada peningkatan kompetensi bagi pekerja asing yang bekerja di Jerman.
Pertemuan ini sangat penting, dimana Kepala BP2MI menyampaikan isu-isu yang menjadi catatan BP2MI selama program Triple Win ini berjalan.
Di antaranya terkait perluasan sektor penempatan PMI di Jerman, khususnya sektor hospitality.
"Yang saat ini sedang dalam pembahasan dengan BP2MI, masalah modul ujian, usulan kerja sama pelatihan, masalah uang saku dan lainnya. BP2MI ingin perluasan sektor penempatan menjadi fokus BP2MI dan GIZ/BA saat ini agar penempatan PMI ke Jerman pada sektor lain dapat segera dilakukan dalam waktu dekat," pungkasnya.
Baca juga: Komisi IX DPR Nilai Banyaknya Barang Bawaan Pekerja Migran Merupakan Hal Wajar: Bukan untuk Komersil
Saat ini perawat berlisensi dari Indonesia, melalui BP2MI, memperoleh pelatihan bahasa dan teknis untuk bekerja di Jerman dan menerima dukungan saat mereka berintegrasi.
Sesampainya di Jerman mereka memulai proses pengakuan kesetaraan profesi.
Sehingga mereka memiliki kompetensi yang sama dengan orang Jerman dan seluruh biaya mulai dari pelatihan hingga keberangkatan ditanggung oleh pemberi kerja.
Baca tanpa iklan