Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahfud MD Menilai Rektor UII Minta Gelarnya Disembunyikan Bentuk Protes Banyaknya Profesor Abal-abal

Mahfud menilai sikap terbuka Fathul bagus sebagai bentuk protes terhadap banyaknya profesor abal-abal saat ini.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mahfud MD Menilai Rektor UII Minta Gelarnya Disembunyikan Bentuk Protes Banyaknya Profesor Abal-abal
tribunnews.com
Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD memuji Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Fathul Wahid S.T., M.Sc., Ph.D. yang meminta gelar akademik yang melekat di namanya tersebut disembunyikan dalam sejumlah dokumen di kampusnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD memuji Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Prof. Fathul Wahid S.T., M.Sc., Ph.D. yang meminta gelar akademik yang melekat di namanya tersebut disembunyikan dalam sejumlah dokumen di kampusnya.

Menurut Mahfud, sikap terbuka Fathul bagus sebagai bentuk protes terhadap banyaknya profesor abal-abal saat ini.

Baca juga: Wamendagri hingga Presiden Jokowi Jawab Tudingan Mahfud soal KPU Tak Layak Gelar Pilkada

"Sekarang ini inflasi profesor abal-abal sehingga perlu ditegur secara moral seperti yang dilakukan Pak Fathul. Kita dukung ini," kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Jumat (19/7/2024).

Menurut Mahfud, sikap seperti yang ditunjukkan Fathul sudah banyak yang mempraktikkan.

Ia mencontohkan ulama dan cendekiawan Ahmad Syafii Maarif.

"Surat-surat resmi saya sejak jadi Menhan, DPR sampai vonis-vonis MK tak ada yang pakai gelar Profesor. Saya memakai Prof untuk hal tertentu yang terkait akademik saja, misalnya, di surat nilai ujian atau laporan kegiatan mengajar," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tetapi di luar itu yang banyak adalah orang menyebut saya sebagai profesor saat berbicara atau berpidato atau saat berkirim surat kepada saya," sambung dia.

Sebelumnya beredar di media sosial salinan Surat Edaran yang ditujukan kepada Pejabat Struktural di Lingkungan Universitas Islam Indonesia.

Surat tertanggal Kamis 18 Juli 2024 tersebut ditandatangani oleh Fathul selaku rektor disertai cap resmi Rektor UII.

Dalam surat tersebut, Fathul meminta agar gelar akademiknya tidak ditulis dalam sejumlah dokumen guna menguatkan atmosfir kolegial.

Baca juga: Mahfud MD dan Ketua Tim Hukum AMIN Hadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni UII, Mau Baca Puisi

Berikut ini kutipan lengkap surat tersebut:

Assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh,

Semoga Allah Swt. senantiasa memberikan kekuatan dalam menjalankan amanah. Amin.

Dalam rangka menguatkan atmosfir kolegial dalam tata kelola perguruan tinggi, bersama ini disampaikan bahwa seluruh korespondensi surat, dokumen, dan produk hukum selain ijazah, transkrip nilai, dan yang setara itu dengan penanda tangan Rektor yang selama ini tertulis gelar lengkap "Prof. Fathul Wahid S.T., M.Sc., Ph.D." agar dituliskan tanpa gelar menjadi "Fathul Wahid".

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatian Bapak/Ibu kami mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas