Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pansel Ungkap Alasan Sempat Gelar Tes Wawancara kepada Capim KPK Secara Tertutup

Ateh mengatakan bahwa para wartawan diminta untuk tidak menyiarkan secara langsungbtes wawancara para capim KPK tersebut.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
zoom-in Pansel Ungkap Alasan Sempat Gelar Tes Wawancara kepada Capim KPK Secara Tertutup
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Pansel Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK Muhammad Yusuf Ateh bersama Anggota Pansel KPK memberikan keterangan kepada media terkait pengumuman hasil seleksi administrasi di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (24/7/2024). Dalam keterangannya, sebanyak 236 orang lulus untuk calon pimpinan KPK dan sebanyak 146 orang lulus untuk calon Dewan Pengawas KPK dan selanjutnya akan mengikuti seleksi tahap berikutnya, yaitu tes tertulis. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panitia Seksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK menggelar tes wawancara bagi capim KPK secara tertutup.

Hal itu berlangsung sementara setelah akhirnya tes wawancara capim KPK ou digelar terbuka.

Baca juga: Capim dan Dewas Mulai Jalani Tes Wawancara Hari Ini, Penguji Eks Pimpinan KPK–ICW

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Muhammad Yusuf Ateh memberikan alasan soal hal tersebut.

"Saya itu mengundang 40 orang, itu dari LSM perguruan tinggi dan sebagainya, tapi saya lihat, kok belom penuh, kosong, saya takutnya kalau itu penuh kan ada wartawan sebanyak ini makin penuh, makanya saya bilang sudah wartawan masuk aja," kata Ateh di gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2024).

Ateh mengatakan bahwa para wartawan diminta untuk tidak menyiarkan secara langsungbtes wawancara para capim KPK tersebut.

Baca juga: 8 Hakim Tolak Permohonan Novel Baswedan soal Syarat Usia Capim KPK, Arsul Sani Dissenting Opinion

Menurutnya, ini untuk menjaga keadilan bagi para capim lainnya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Yang penting jangan disiarkan live, soalnya besok kan jadi enggak adil kan. Jadi dia udah belajar-belajar. Pertanyaannya ulang-ulang dia bisa paham situasinya kan lebih enak belakangan. Saya pikir boleh saja mau masuk, foto, videoin singkat, tapi jangan di-live-in, di-YouTube-in sepanjang ini," tambah Ateh.

Adapun Johan Budi Sapto Pribowo menjadi peserta terakhir yang diwawancarai. 

Saat Johan, tes wawancara itu menjadi terbuka dan bisa diliput para wartawan.

Padahal sebelumnya, wawancara dilakukan tertutup dan wartawan hanya diperbolehkan mengambil gambar. 

Sebelum Johan Budi, wawancara dilakukan terhadap Ida Budhiati hingga Kapuspenkum Kejagung Harli Siregar.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas