Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kongres Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan Terus Kawal Isu-isu Kerakyatan

Shandi menuturkan, penggembosan yang dilakukan oleh aparat kepolisian tidak membuat gerakan mahasiswa menjadi surut

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Erik S
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kongres Mahasiswa dan Pemuda Indonesia akan Terus Kawal Isu-isu Kerakyatan
Istimewa
Juru bicara KMPI, Shandi Marta Praja, menerangkan bahwa pihaknya bergerak atas dasar solidaritas dari mahasiswa daerah yang menyampaikan problem di daerahnya masing-masing 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Erik Sinaga 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Kongres Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (KMPI) tidak menghentikan gerakan meskipun menghadapi penggembosan.

Juru bicara KMPI, Shandi Marta Praja, menerangkan bahwa pihaknya bergerak atas dasar solidaritas dari mahasiswa daerah yang menyampaikan problem di daerahnya masing-masing. Sehingga, menurutnya, tidak ada yang bisa menghentikan gerakan mahasiswa, sekalipun aparat

"Kawan-kawan daerah datang ke sini (Jakarta) membawa ide, menyampaikan kondisi di daerahnya banyak dieksploitasi. Lalu dalam berjalannya kegiatan ternyata polisi mengintervensi. Akhirnya kegiatan tidak berjalan sesuai rencana," ungkap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang itu usai melaksanakan konferensi pers di Jakarta, Rabu (9/10/2024). 

Shandi menuturkan, penggembosan yang dilakukan oleh aparat kepolisian tidak membuat gerakan mahasiswa menjadi surut.

Baca juga: BEM Berbagai Kampus Hadiri Kongres Pemuda dan Mahasiswa di UNJ, Soroti Ekonomi Fasis

Pasalnya, perwakilan mahasiswa yang datang dari berbagai kampus dilandasi oleh isu-isu kerakyatan. 

"Lurus mengawal isu-isu rakyat," ungkap Shandi. 

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih jauh ia memaparkan bahwa Jokowi telah menontonkan praktik-praktok KKN yang membuktikan kegagalan dari Pemerintah Pusat. 

"Pertama nepotisme ya. Dari langkah dan kebijakan politik yang diambil Jokowi hingga hari ini, banyak rakyat yang menderita," papar Shandi. 

Kondisi tersebut menjadi landasan kuat bagi KMPI untuk menuntut penangkapan Jokowi agar diadili. 

"Kita bicara soal kedaulatan. Apakah boleh presiden setelah melakukan banyak penderitaan, memberikan banyak kemelaratan, kita biarkan begitu saja? Tegakkan hukum untuk mengadili Jokowi," Shandi mengakhiri.

Diketahui, berbagai mahasiswa perwakilan kampus dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan NTT turut menghadiri KMPI di Universitas UNJ pada Senin 7 Oktober 2024. 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas