Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Berkantor di Istana, Ini Target Gus Miftah Setelah Dilantik Menjadi Utusan Khusus Presiden

Gus Miftah mengatakan bahwa fokus utamanya usai dilantik jadi utusan khusus Presiden adalah pada isu kerukunan dan moderasi beragama di Indonesia. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Berkantor di Istana, Ini Target Gus Miftah Setelah Dilantik Menjadi Utusan Khusus Presiden
tangkap layar kompas TV
Gus Miftah mengatakan bahwa fokus utamanya usai dilantik jadi utusan khusus Presiden adalah pada isu kerukunan dan moderasi beragama di Indonesia.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Alivio Mubarak Junior

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melantik Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2024).

Gus Miftah mengatakan bahwa fokus utamanya adalah pada isu kerukunan dan moderasi beragama di Indonesia. 

Baca juga: Dirjen Bimas Hindu Berharap Penyuluh Agama Sebarkan Narasi Positif Tentang Moderasi Beragama

"Karena bidang saya terkait kerukunan dan pembinaan keagamaan, tugasnya seputar itu," kata Gus Miftah.

Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi internasional dalam konteks moderasi dan toleransi.

Salah satu fokus utamanya adalah menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. 

Ia juga menjelaskan perbedaan antara Penasihat Khusus dan Utusan Khusus Presiden

Rekomendasi Untuk Anda

"Utusan Khusus itu setara dengan Menteri Negara, jadi kami akan memiliki kantor, kemungkinan di Istana," jelasnya.

Baca juga: Gus Miftah Ditunjuk Jadi Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto, Ini Profilnya

Setelah dilantik, Gus Miftah berencana memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia. 

"Keragaman ini bisa menjadi tantangan jika tidak dikelola dengan baik. Kami berupaya menjaga stabilitas kerukunan tersebut," tuturnya.

Ia juga merencanakan pembentukan inisiatif bernama Rumah Moderasi untuk menangani isu toleransi dan kerukunan di masyarakat. 

Selain itu, Gus Miftah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan masyarakat.

Ia berencana membuat program-program dialog lintas agama secara berkala untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam di antara komunitas berbeda keyakinan. 

"Kerja sama dengan organisasi internasional dan lembaga keagamaan global juga akan kami upayakan agar moderasi beragama Indonesia bisa menjadi contoh bagi dunia," tutur Gus Miftah.

Selain Gus Miftah, ada Raffi Ahmad yang juga dilantik menjadi Utusan Khusus Presiden.

Namun Raffi Ahmad menempati Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas