Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anggota DPR Ini Curhat Habis Rp20 M hingga Punya Utang, Usul Pemilu Digelar 10 Tahun Sekali

Muslim menilai, rentang waktu Pemilu yang selama ini digelar, yakni setiap 5 tahun sekali terlalu singkat. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
zoom-in Anggota DPR Ini Curhat Habis Rp20 M hingga Punya Utang, Usul Pemilu Digelar 10 Tahun Sekali
dok. DPR RI
Anggota Komisi III DPR RI Muslim Ayub. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Fraksi Partai NasDem, Muslim Ayub, mengaku menghabiskan uang sekitar Rp20 miliar untuk menjadi anggota legislator pada Pemilu 2024 kemarin.

"Mohon maaf, rata-rata kita bukan sedikit menghabiskan uang, minimal Rp20 miliar ke atas. Enggak ada yang sampai Rp 10 miliar," kata Muslim dalam rapat Baleg di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2024).

Menurut Muslim, semua calon legislator rata-rata memiliki hutang lantaran banyaknya uang yang digunakan selama Pemilu.

"Nih, kami masing-masing meninggalkan utang nih semua. Jujur, saya sampaikan," ujarnya.

Karenanya, dia mengusulkan agar Pemilu bisa digelar setiap 10 tahun sekali, bukan lima tahun sekali seperti saat ini.

Muslim menjelaskan, usulan itu merupakan pendapat pribadi, bukan mewakili pandangan NasDem.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tidak salah kan kalau 10 tahun sekali. Ini usulan pribadi lho, bukan NasDem," ungkapnya.

Baca juga: Bawaslu Temukan 33 Kasus Pelanggaran ASN di Pemilu 2024, Apa Saja?

Anggota DPR daerah pemilihan (Dapil) Aceh I ini berpendapat, usulan Pemilu digelar setiap 10 tahun sekali layak untuk dipertimbangkan.

"Saya berharap apa salahnya pemilu ini barangkali 10 tahun sekali, ya kan," ujar Muslim.

Muslim menilai, rentang waktu Pemilu yang selama ini digelar, yakni setiap 5 tahun sekali terlalu singkat. 

"Karena untuk 5 tahun ini pimpinan, kita ini 2025, 2026 itu sudah dekat, 2027 kita sudah mulai Pemilu lagi. Jadi enggak akan mungkin bisa kita kembalikan dana (kampanye) ini kalau sistemnya begini," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas