Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kasus Penembakan Polisi di Solok Selatan: Apa yang Terjadi?

Simak detil insiden penembakan polisi yang mengguncang Solok Selatan ini.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kasus Penembakan Polisi di Solok Selatan: Apa yang Terjadi?
Tribunnews.com
Ilustrasi Polisi - kasus kriminal sesama polisi 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus penembakan yang melibatkan anggota kepolisian terjadi di Solok Selatan, Sumatera Barat.

Insiden tragis ini menewaskan AKP Ryanto Ulil Anshar, yang menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Solok Selatan.

Peristiwa penembakan terjadi pada Jumat (22/11/2024) dini hari, di area parkiran Polres Solok Selatan, Jorong Bukit Malintang Barat, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.

Saat itu, korban sedang melakukan penegakan hukum terkait tambang ilegal jenis galian C.

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Suharyono, menjelaskan bahwa korban tidak menyadari bahwa dirinya diikuti oleh pelaku, AKP Dadang Iskandar, yang juga merupakan oknum polisi.

"Saat korban akan mengambil handphone dari kendaraannya, dia ditembak dengan cara yang tidak manusiawi, bahkan dari jarak dekat," ungkap Suharyono.

Akibat penembakan tersebut, AKP Ryanto mengalami luka fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Tindakan Polda Sumbar dan Kapolri

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini, Polda Sumbar telah mengamankan tersangka, yang merupakan seorang perwira kepolisian.

Suharyono menyatakan bahwa lima orang telah diperiksa, termasuk dua orang yang bersama korban saat melakukan penegakan hukum.

"Kami akan mengembangkan kasus ini untuk mencari saksi lainnya," tambahnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kapolda Sumbar untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Saya sudah perintahkan agar kasus ini diproses tuntas terhadap pelakunya, baik secara etik maupun pidana," tegas Listyo Sigit di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pada hari yang sama.

Kapolri juga menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pelaku, tanpa memandang pangkat.

"Saya minta siapa pun, apa pun pangkatnya, tindak tegas, jangan ragu-ragu," ujarnya.

Penanganan Jenazah

Jenazah AKP Ryanto telah tiba di kampung halamannya di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Sabtu dini hari, pukul 01.10 WIB.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian, mengingat melibatkan anggota institusi yang seharusnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas