Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Prabowo Resmikan Terowongan Silaturahim Masjid Istiqlal-Gereja Katedral Senilai Rp 38,9 Miliar

Prabowo mengatakan Terowongan Silaturahim ini adalah simbol kerukunan umat beragama yang menjadikan ciri khas bangsa.

Penulis: Reza Deni
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Prabowo Resmikan Terowongan Silaturahim Masjid Istiqlal-Gereja Katedral Senilai Rp 38,9 Miliar
Tribunnews.com/Reza Deni
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terowongan Silaturahim, Jakarta Pusat. Adapun terowongan tersebut menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terowongan Silaturahim, Jakarta Pusat. Adapun terowongan tersebut menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.

Prabowo mengaku gembira dengan peresmian Terowongan Silaturahim. Prabowo mengatakan Terowongan Silaturahim ini adalah simbol kerukunan umat beragama yang menjadikan ciri khas bangsa.

Baca juga: Paus Fransiskus: Terowongan Silaturahim Tempat Dialog dan Perjumpaan Antaragama

"Ini simbol kerukunan umat beragama yang menjadikan bangsa kita memiliki ciri yang sangat unik, yaitu suatu bangsa yang penuh perbedaan, bangsa yang berbeda agama, suku, kelompok etnis berbeda ras bahasa dan daerah tapi bisa bersatu dan rukun," kata Prabowo dalam sambutannya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2024).

Dalam momen itu, Prabowo juga menyempatkan meninjau Terowongan Silaturahmin. Dirinya didampingi sejumlah menteri dan wamen Kabinet Merah Putih, hingga para tokoh lintas agama.

Sebagai informasi, terowongan ini dibuat sejak Desember 2020 hingga September 2021. Total anggaran yang dikeluarkan mencapai Rp 38,9 miliar.

Luas Terowongan Silaturahim mencapai 218 meter persegi, dengan panjang 34 meter dan kedalaman 6 meter. 

Berita Rekomendasi

Adapun luas shelter terowongan mencapai 128 meter persegi.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Terowongan Silaturahim akan mempermudah akses masyarakat yang ingin melakukan wisata religi di kedua bangunan bersejarah ini.

"Rencananya nanti terowongan ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk lalu-lalang antara dua rumah ibadah ini, tapi juga nanti mungkin suatu waktu bisa kita lakukan semacam arena tersendiri untuk memamerkan galeri-galeri terbatas,” jelasnya.

Baca juga: Tiba di Masjid Istiqlal, Paus Fransiskus Langsung Meninjau Terowongan Silaturahim

Menurutnya, terowongan ini dirancang tidak hanya sebagai jalur penghubung, tetapi juga sebagai ruang untuk interaksi lintas agama. 

"Selama ini kita belum buka secara umum karena memang belum diresmikan. Insya Allah pasca peresmian nanti semua masyarakat bisa mengakses terowongan itu,” kata Nasaruddin.

Melalui peresmian ini, dirinya berharap masyarakat dapat lebih mudah mengakses kedua rumah ibadah, baik untuk kegiatan ibadah maupun wisata religi. 

"Insya Allah pasca peresmian nanti semua masyarakat bisa mengakses terowongan itu,” pungkasnya.

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas