Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Niat Puasa Qadha Ramadhan dan 6 Golongan Orang yang Wajib Bayar Utang Puasa

Bacaan niat puasa qadha ramadhan dan 6 golongan orang yang wajib bayar utang puasa. Berikut ini bacaan berbuka puasa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Niat Puasa Qadha Ramadhan dan 6 Golongan Orang yang Wajib Bayar Utang Puasa
Tribunnews.com
Ilustrasi puasa. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut ini niat qadha puasa Ramadhan.

Ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh pada 31 Maret hingga 1 April 2025, menurut kalender hijriyah 1446 H/2025 M.

Qadha puasa Ramadhan dilaksanakan bagi umat Islam yang harus membayar utang puasa sesuai jumlah hari yang ditinggalkan pada Ramadhan sebelumnya.

Orang yang diizinkan mengqadha puasa yaitu mereka yang tidak mampu melaksanakan puasa karena keadaan sakit atau dalam perjalanan jauh.

Kemudian, mereka dapat membayar utang puasa Ramadhan pada bulan lain.

Niat Puasa Qadha

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’in fardho syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Niat Berbuka Puasa Qadha

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Rekomendasi Untuk Anda

Allahumma Lakasumtu Wabika Aamantu Wa'Alaa Rizqika Afthortu Birohmatika Yaa Arhamar Roohimiin

Artinya: Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Baca juga: 1 Rajab 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Puasa Rajab Sebelum Puasa Ramadhan

Orang yang Wajib Bayar Utang Puasa

  1. Tidak berpuasa karena sakit dan ada harapan pulih
  2. Seorang musafir atau berpergian jauh dengan jarak minimal 89 km dari rumah
  3. Wanita yang sedang hamil
  4. Ibu-ibu yang sedang fase menyusui anak
  5. Wanita yang sedang haid atau nifas
  6. Seseorang yang tidak sengaja membatalkan puasanya.

Hukum Membayar Utang Puasa

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Q.S. Al-Baqarah ayat 184).

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas