Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

PDIP Doakan Megawati-Prabowo Bertemu Sebelum Kongres April 

Said Abdullah berharap pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto digelar sebelum Kongres partai PDIP April 2025.

Penulis: Fersianus Waku
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in PDIP Doakan Megawati-Prabowo Bertemu Sebelum Kongres April 
Kolase Tribunnews.com
Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri. Said Abdullah berharap pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto digelar sebelum Kongres partai PDIP April 2025. Pertemuan keduanya penting untuk meredakan kegaduhan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Said Abdullah, berharap pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto digelar sebelum Kongres partai berlambang banteng moncong putih itu pada April 2025.

"Doakan pertemuan kedua beliau bisa terlaksana setidaknya sebelum PDIP melaksanakan Kongres," kata Said kepada wartawan, Kamis (16/1/2025).

Said mengatakan, Megawati dan Prabowo memiliki hubungan batin yang sangat baik. Pertemuan keduanya penting untuk meredakan kegaduhan.

"Pertemuan kedua beliau tentu baik bagi kehidupan politik nasional, setidaknya meredakan kegaduhan yang tidak proporsional, terutama dari kalangan pendegung," ujarnya.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menyebut, Prabowo rencananya diundang untuk menghadiri Kongres PDIP.

"Sebagai tamu kehormatan pada Kongres nanti, tentu sudah sewajarnya didahulu pertemuan Ibu Mega dengan Presiden Prabowo," ucap Said.

Said meminta hubungan baik antara Megawati dan Prabowo tidak diartikan sebagai dagang sapi politik.

Berita Rekomendasi

"Selain itu, hubungan baik kedua tokoh juga mohon jangan diartikan dagang sapi politik, dimana PDIP masuk ke dalam pemerintahan. Karakter kedua tokoh tersebut tidak demikian," tegasnya.

Baca juga: Pertemuan Megawati dan Prabowo Segera Terjadi, Elite PDIP: Tinggal Cari Tempat dan Waktu

Dia meyakini pertemuan Megawati dan Prabowo akan membicarakan tentang politik kenegaraan, perbaikan hukum, mematuhi konstitusi, masalah geopolitik hingga soal pangan dan energi.

Di sisi lain, Said menepis anggapan PDIP sebagai oposisi Prabowo karena tidak bergabung dalam pemerintahan.

"Seperti yang ditegaskan Ibu Mega kepada kami, sistem politik kita tidak mengenal oposisi atau koalisi. Jadi posisi PDIP akan tetap berada di luar pemerintahan dan akan menjadi sahabat yang kontruktif bagi pemerintahan Presiden Prabowo," ungkapnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas