Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

100 Hari Kerja Prabowo, Bendungan Rukoh dan Jlantah Siap Diresmikan Dukung Swasembada Pangan

Bendungan Rukoh dan Jlantah pun ikut mendukung ketahanan air dan energi karena, tidak hanya berfungsi menyediakan air baku tapi juga jadi pembangkit.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in 100 Hari Kerja Prabowo, Bendungan Rukoh dan Jlantah Siap Diresmikan Dukung Swasembada Pangan
ist
Bendungan Rukoh di Pidie, Aceh. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua proyek bendungan yang rampung dikerjakan PT Waskita Karya  (Persero) Tbk, siap diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya yakni, Bendungan Rukoh di Aceh dan Bendungan Jlantah di Jawa Tengah. 

Kedua bendungan ini sedianya dapat mendorong sasaran swasembada pangan, karena mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Bendungan Rukoh misalnya, akan mengairi lahan irigasi seluas 11.950 hektar (ha) dengan pola tanam padi-padi-palawija dan intensitas tanam 300 persen.

Baca juga: 100 Hari Prabowo-Gibran, Ombudsman Pantau Efektivitas Pelayanan Publik Usai Kementerian Bertambah

Sementara, Bendungan Jlantah, akan menyuplai air ke lahan persawahan seluas 1.494 ha di Kecamatan Jatiyoso dan Jumapolo. Keberadaan bendungan di Kabupaten Karanganyar ini juga bisa meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 172 persen menjadi 272 persen pada lahan seluas 806 ha. Lalu pada lahan seluas 688 ha pun, IP berpotensi mencapai 272 persen.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, sebagai BUMN konstruksi, pihaknya selalu mendukung program pemerintah melalui pembangunan infrastruktur.

Baca juga: Enam Bendungan di Lima Provinsi Siap Diresmikan Awal 2025

Maka, melalui proyek bendungan, pihaknya ikut mendorong ketahanan pangan dan hilirisasi yang tengah menjadi fokus pemerintah sekarang.

“Memasuki 100 Hari Kerja Kementerian BUMN yang dipimpin pak Erick Thohir, Waskita terus mengerjakan berbagai proyek bendungan yang memiliki sejumlah manfaat sesuai Asta Cita Presiden. Terutama terkait pemantapan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru,” ujar Ermy dalam keterangannya, dikutip Rabu (21/1/2025).

Menurutnya, Bendungan Rukoh dan Jlantah pun ikut mendukung ketahanan air dan energi karena, tidak hanya berfungsi menyediakan air baku tapi juga berpotensi menjadi pembangkit listrik. 

Berita Rekomendasi

Rukoh mampu menyediakan air baku sebanyak 0,90 meter kubik per detik (m3/dt) dan berpotensi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 140 MegaWatt (MW).

“Sedangkan Jlantah, dapat menyuplai air baku hingga 150 liter per detik. Kemudian berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLMTH) sebesar 0,625 Megawatt,” kata dia.

Baca juga: Proyek Bendungan Kamtok Picu Protes Warga Tibet Terhadap Tiongkok

Sejalan pula dengan Astra Cita Presiden, pihaknya turut menyerap banyak tenaga lokal. Sesuai arahan pemerintah, penyerapan tersebut merupakan kewajiban yang harus dilakukan perusahaan guna memperluas lapangan pekerjaan di Tanah Air.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas