Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BPKH Kelola Dana Haji Rp 171 Triliun, Nilai Manfaat Tumbuh Positif

Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Mulyadi, mengatakan dana haji yang dikelola pihaknya total Rp 171 triliun. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in BPKH Kelola Dana Haji Rp 171 Triliun, Nilai Manfaat Tumbuh Positif
Istimewa
Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Mulyadi, pada Kafeb Talks yang digelar oleh FEB Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Mulyadi, mengatakan dana haji yang dikelola pihaknya total Rp 171 triliun. 

Menurutnya, nilai manfaat dari dana haji yang dikelola BPKH terus mengalami pertumbuhan positif. 

Mulyadi menambahkan, selain menjaga nilai pokok dana, BPKH juga mengoptimalkan manfaatnya untuk mendukung kualitas penyelenggaraan ibadah haji.

"Nilai manfaat juga mengalami pertumbuhan positif yang tetap terjaga, untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji dengan meningkatkan kualitas penyelenggaraannya sesuai tujuan utama dari pengelolaan keuangan haji,” ucap Mulyadi melalui keterangan tertulis, Senin (27/1/2024).

Hal tersebut diungkapkan Mulyadi pada Kafeb Talks yang digelar  FEB Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). 

BPKH, kata Mulyadi, memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji. 

Baca juga: Biaya Haji Turun, Komnas Haji Nilai Efisiensi Rp1,3 Triliun Kurangi Beban Dana Haji

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap aspek pengelolaan, termasuk dalam pelaporan hasil pengelolaan dana haji kepada publik.

Rekomendasi Untuk Anda

“BPKH telah memperoleh predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK atas laporan keuangannya sejak berdiri, sebagai bukti komitmen kami dalam menjaga amanah umat,” kata Mulyadi.

Alumni UNS angkatan 1991 ini mengajak peserta silaturahmi untuk memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi digital, yang menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan bagi industri tradisional.

Baca juga: BPKH Rumuskan Strategi Pengelolaan Dana Haji yang Efisien dan Efektif

“Di era digital seperti sekarang ini, kita dihadapkan pada banyak peluang luar biasa," ujar Mulyadi

Selain itu, Mulyadi memberikan pesan berharga kepada generasi muda yang hadir, agar berani menempuh risiko. 

“Ukurlah diri kita, apakah kita berani menempuh perjalanan yang begitu terjal dalam karir kita ke depan? High risk, high return, tempuhlah perjalanan yang terjal untuk meningkatkan kapasitas diri," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas