Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wakil Ketua Umum MUI Usul Program Makan Bergizi Gratis Dikelola Kantin Sekolah

Jika kesempatan itu tidak diberikan kepada mereka (UMKM) di lingkungan sekolah. Maka kehadiran MBG tentu akan menjadi bencana dan malapetaka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Wakil Ketua Umum MUI Usul Program Makan Bergizi Gratis Dikelola Kantin Sekolah
SURYA/HABIBUR ROHMAN
DISTRIBUSI MAKANAN BERGIZI GRATIS - Petugas melakukan distribusi makanan gratis bergizi di SMP Negeri 13 Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/1/2025). Kota Surabaya mulai melaksanakan penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di PAUD-TK Yasporbi, SD Taquma, SMPN 13, SMAN 10, dan SMK PGRI 1 Surabaya dan untuk tahap awal, total penerima mencapai 3151 siswa. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia(MUI), Anwar Abbas menyarankan soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya dikelola Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di lingkungan sekolah.

Baca juga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Naik Jadi Rp 171 T, Sri Mulyani Harap UMKM Bisa Rasakan Dampaknya

Apalagi selama ini, dinilainya yang berdagang di kantin-kantin sekolah tersebut adalah mereka pelaku UMKM.

Menurutnya hal itu penting diperhatikan karena jika kesempatan itu tidak diberikan kepada mereka (UMKM) di lingkungan sekolah. Maka kehadiran MBG tentu akan menjadi bencana dan malapetaka bagi mereka.

"Karena akibat dari kehadiran program MBG tersebut penjualan mereka tentu akan tergerus secara signifikan sebab makanan yang mereka jual sudah digantikan oleh MBG," kata Anwar Abbas, Minggu (2/2/2025).

Untuk itu sebaiknya kata Anwar Abbas, pengurusan dan pengelolaan MBG diserahkan saja kepada pihak sekolah yang akan bermitra dengan usaha mikro dan ultra mikro yang sudah ada di lingkungan sekolah.

"Untuk menjaga kebersihan, cita rasa, variasi makanan, ketepatan waktu delivery, dan lain-lain maka pihak sekolah diharapkan bisa bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), pihak supplier dan lain-lain," terangnya.

Baca juga: Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Sepenuhnya Menggunakan Dana APBN

Selain itu lanjutnya yang juga perlu diperhatikan oleh pihak sekolah dalam menunjuk mitra agar tidak hanya terfokus kepada satu atau dua pengusaha mikro dan ultra mikro.

Rekomendasi Untuk Anda

Tapi kata dia harus disebar kepada beberapa pihak agar diantara mereka juga ada persaingan serta reward and punishment system. Sehingga masing-masing pihak akan termotivasi untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanannya dalam berbagai aspek dan seginya.

"Untuk itu  pihak sekolah perlu membentuk tim khusus bagi mengurusi dan mengawasi program ini yang terdiri dari wakil-wakil guru, karyawan, murid, orang tua murid dan warga sekitar. Agar program MBG ini dalam segala aspeknya bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan," kata Anwar Abbas.

Sehingga program MBG lanjutnya tidak hanya sekadar memberikan makanan bergizi kepada anak-anak.

Baca juga: Pengamat Sosial Ekonomi Ungkap Strategi Pengusaha Besar Cari Cuan dari Program Makan Bergizi Gratis

"Tapi juga dapat memberi  kesempatan kepada usaha mikro dan ultra mikro untuk mengubah nasib sehingga mereka bisa naik kelas dari usaha lapis bawah ke usaha lapis menengah," tutupnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas