Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemendiktisaintek Kembangkan Riset di Kampus, Kurangi Penggunaan Produk Impor Program MBG

Kemendiktisaintek akan bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Pangan untuk membantu logistik dalam program Makan Bergizi Gratis.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kemendiktisaintek Kembangkan Riset di Kampus, Kurangi Penggunaan Produk Impor Program MBG
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
MAKAN BERGIZI GRATIS - Peserta program edutrain LRT Jabodebek menikmati makanan bergizi saat memperingati Hari Gizi Nasional di Stasiun Dukuh Atas BNI, Jakarta, Kamis (30/1/2025). Kemendiktisaintek akan bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Pangan untuk membantu logistik dalam program Makan Bergizi Gratis. (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Kemendiktisaintek) akan membantu riset dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dirjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Fauzan Adziman mengatakan langkah ini untuk mengurangi ketergantungan penggunaan produk impor pada program MBG.

Baca juga: Mardiono Minta Kader PPP Dukung Kebijakan Prabowo-Gibran, Termasuk Program Makan Bergizi Gratis

"Kita berdiskusi bagaimana riset dan pengembangan membantu program makan bergizi gratis. Karena banyak produk yang dipakai di MBG masih produk impor," ujar Fauzan di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Selasa (11/2/2025).

Dia mengatakan pihaknya bakal bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Pangan untuk membantu logistik dalam program Makan Bergizi Gratis.

Perguruan tinggi, kata Fauzan, akan membantu pengembangan pertanian untuk ketersediaan pangan pada program Makan Bergizi Gratis.

"Jadi fungsi dari kampus adalah meningkatkan pendampingan dengan baik itu pertanian dan juga perkebunan, sehingga solusi yang dibuat secara lokal itu bisa mengatasi masalah-masalah atau distribusi di desa-desa itu," kata Fauzan.

"Salah satu yang kemarin sempat dibahas, misalkan pengelolaan susu ya, karena kalau UHT mahal, ini kita lagi mencari jalan supaya di setiap desa ada yang bisa memproses susu dengan alat-alat yang kita kembangkan di desa itu tersebut," ungkapnya.

Baca juga: Prabowo Setelah Sidak Makan Bergizi Gratis di SD dan TK Jakarta Timur: Kita Ingin Lebih Sempurna

Rekomendasi Untuk Anda

Kemendiktisaintek, kata Fauzan, telah menjajaki kerja sama dengan Sekretariat Wakil Presiden untuk melakukan industrialisasi desa.

Riset dalam program ini akan fokus pada pengembangan alat penyimpanan dan pengolahan makanan pada program Makan Bergizi Gratis.

"Jadi di industrialisasi desa ini, karena dari program MBG ini kan sebetulnya membutuhkan alat-alat untuk penyimpanan makanan dan juga pengolahan makanan. Ini juga sangat penting karena biasanya alat-alat ini kita supply dari luar negeri," katanya.

Selain itu, Kemendiktisaintek juga akan mendorong perguruan tinggi vokasi membantu program Makan Bergizi Gratis.

Perguruan tinggi vokasi, kata Fauzan, bakal menjalin kerja sama dengan UMKM dalam membantu memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis.

"Jadi supaya bisa dikembangkan kerja sama antara perguruan tinggi, perguruan tinggi vokasi dengan UMKM. Jadi UMKM kita tingkatkan nilai tambahnya supaya nanti bisa menghasilkan alat-alat yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan," pungkasnya. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas