Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPR: Tagar KaburAjaDulu Harus Jadi Momen Otokritik Buat Pemerintah

Hastag atau tagar #KaburAjaDulu yang belakangan ramai disuarakan anak-anak muda di media sosial harus direspons pemerintah dengan bijaksana.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Wahyu Aji
zoom-in DPR: Tagar KaburAjaDulu Harus Jadi Momen Otokritik Buat Pemerintah
Istimewa/Tribunnews.com
TANGGAPI TAGAR VIRAL - Anggota DPR RI Charles Honoris di Jakarta beberapa waktu lalu. Charles menyoroti ramainya tagar viral KaburAjaDulu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hastag atau tagar #KaburAjaDulu yang belakangan ramai disuarakan anak-anak muda di media sosial harus direspons pemerintah dengan bijaksana.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Menurut politisi PDIP ini munculnya tagar itu tidak harus dijawab pemerintah dengan sembarang mencap orang tidak nasionalis atau bahkan dengan ucapan antipati "kalau perlu jangan balik lagi."

"#KaburAjaDulu harus dijadikan sebuah momentum oleh pemerintah untuk melakukan otokritik buat dirinya sendiri," katanya.

"Bahwa banyak anak muda kita hari ini yang tidak puas dengan berbagai kondisi  dalam negeri, yang akhirnya berpengaruh negatif pada pekerjaan atau peluang mereka dalam mendapatkan pekerjaan yang layak," ujar Charles menambahkan.

Dia mengatakan konstitusi kita mengatur bahwa setiap orang berhak untuk memilih pekerjaan dan bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.

"Termasuk dalam memilih bekerja di luar negeri," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Jadi, kata Charles, bekerja di luar negeri adalah hak setiap warga negara demi memajukan kehidupannya.

"Namun yang terpenting semua prosesnya harus dilakukan sesuai prosedur," katanya.

DPR justru berharap Kementerian P2MI bisa membuka lebih luas lagi berbagai peluang kerja di luar negeri bagi WNI dengan keahlian seperti perawat atau tenaga medis, tenaga kerja industri, dan sebagainya. 

"Jangan lupa, PMI (pekerja migran Indonesa) kita di luar negeri adalah penyumbang devisa kedua terbesar bagi negara," katanya.

Dengan devisa Rp 230 T per tahun, mereka adalah pahlawan bagi perekonomian Indonesia.

Dengan adanya fenomena #KaburAjaDulu, pemerintah justru harus fokus dalam memperkuat program-program penempatan dan pelindungan bagi PMI kita di luar negeri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas