Hindari Wartawan, Menteri Satryo Soemantri Dikawal Ketat saat Tinggalkan Kantor Kemendiktisaintek
Tampak mobil dinas Menteri Satryo dikawal ketat oleh protokoler dan ajudan menteri. Tak seperti biasanya, Satryo keluar dari pintu berbeda.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Muhammad Zulfikar
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro meninggalkan kantor Kemendiksaintek, Senayan, Jakarta (19/2/2025).
Satryo tampak keluar melalui lantai 3 Gedung Parkir kantor Kemendiksaintek pukul 13.32 WIB.
Baca juga: Prabowo akan Reshuffle Mendiktisaintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro Digantikan Brian Yuliarto
Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, Satryo langsung memasuki mobil dinasnya berplat RI 25 (7) dan tidak menghendaki menjawab pertanyaan awak media.
Tampak mobil dinas Menteri Satryo dikawal ketat oleh protokoler dan ajudan menteri.
Tak seperti biasanya, Satryo keluar melalui areal Gedung Kemendikdasmen.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal melantik sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada petang ini, Rabu, (19/2/2025).
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya.
"Nanti sore akan ada pelantikan beberapa pejabat," kata Teddy kepada wartawan, Rabu (19/2/2025).
Belum diketahui siapa pejabat yang akan dilantik tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima Tribunnews, Prabowo akan melantik pejabat di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Baca juga: Isu Reshuffle Mendikti Saintek, Begini Suasana Kediaman Satryo Soemantri Brodjonegoro
Selain itu, Prabowo Juga akan melantik, pejabat BPS, Wakil Kepala BPKP dan Kepala BSSN.
Sebelumnya dalam aksi unjuk rasa mahasiswa bertajuk 'Indonesia Gelap' pada Senin, (17/2/2025), mahasiswa meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi para menteri yang dinilai berkinerja buruk. Salah satunya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro.
"Rombak Kabinet Merah Putih, khususnya menteri-menteri yang bermasalah, patut dan layak untuk dipecat adalah Mendiktisaintek,” ujar mahasiswa aksi "Indonesia Gelap.