Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Demo Indonesia Gelap, Mahasiswa Singgung IKN Mangkrak dan Program Ambisius MBG

Dalam demo 'Indonesia Gelap, para mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia kembali membakar ban tepat di depan beton-beton pembatas.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Demo Indonesia Gelap, Mahasiswa Singgung IKN Mangkrak dan Program Ambisius MBG
Tribunnews/Danang Triatmojo
DEMONSTRASI - Massa aksi unjuk rasa bertajuk 'Indonesia Gelap' baru berdatangan ke titik aksi, kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa aksi unjuk rasa bertajuk "Indonesia Gelap" baru berdatangan ke titik aksi, kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2025).

Mereka yang baru tiba berasal dari Politeknik Negeri Media, Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri, Politeknik Negeri Jakarta. Mereka bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno, dan Universitas Nasional yang sudah hadir lebih dulu.

Para mahasiswa membawa berbagai spanduk berisi aspirasi, seperti tulisan "Indonesia darurat pendidikan", "IKN Mangkrak, Oke Gas", dan "Cabut efisiensi pemotongan anggaran pendidikan/kesehatan".

Orator melalui pengeras suara menyatakan bahwa kebijakan pemotongan anggaran berbagai kementerian/lembaga dilakukan semata-mata demi memuluskan satu program ambisius, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu imbasnya adalah pemotongan anggaran pendidikan, dan wacana kenaikan bayaran pendidikan. 

"Seluruh anggaran dipangkas hanya karena satu program ambisius, makan bergizi gratis," ucap orator.

Dalam aksi ini, para mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia kembali membakar ban tepat di depan beton-beton pembatas yang dibuat polisi. 

Orator pun menegaskan bahwa para mahasiswa sudah pernah merobohkan beton-beton besar yang menghalangi mereka di Istana Negara, Kantor Presiden RI. 

Rekomendasi Untuk Anda

Massa mengingatkan kejadian serupa bisa diulang jika aspirasi mereka tidak didengar pihak Istana.

"Tembok ini sudah pernah kami jatuhkan pak polisi saat aspirasi kami tidak didengar," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas