Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

 SBY Sebut Bersahabat dengan Rektor Paramadina: Mulai dari Cak Nur Hingga Anies Baswedan

SBY mengenang persahabatannya dengan rektor Universitas Paramadina, dari Cak Nur hingga Anies.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in  SBY Sebut Bersahabat dengan Rektor Paramadina: Mulai dari Cak Nur Hingga Anies Baswedan
Tribunnews.com/Rahmat W. Nugraha
PEMIMPIN KUAT - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi pembicara pada diskusi bertajuk Masa Depan Multilateralisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi-Politik dan Keamanan Global, Trinity Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2025). Pada kesempatan tersebut SBY mengungkapkan tiga pemimpin kuat masa depan. 

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan dirinya bersahabat dengan rektor-rektor Universitas Paramadina, mulai dari Nurcholis Madjid (Cak Nur) hingga Anies Baswedan.

Hal itu disampaikan SBY saat menjadi pembicara pada diskusi yang diselenggarakan Universitas Paramadina bertajuk Masa Depan Multilateralisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Politik, dan Keamanan Global di Trinity Tower Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 26 Februari 2025.

"Saya punya persahabatan yang dekat dengan Rektor pertama Paramadina, Cak Nur," cerita SBY.

Kemudian dikatakan SBY, dirinya juga bersahabat dengan rektor-rektor Paramadina lainnya.

"Rektor-rektor yang lain, kebetulan saya juga bersahabat.

Ada Pak Anies Baswedan, ada Prof Firmansyah yang pernah menjadi staf khusus Presiden.

Sekarang, Prof Didik Rachbini yang juga punya hubungan baik," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

SBY menuturkan juga punya hubungan baik dengan Sohibul Iman dan Sudirman Said.

"All my friends," katanya.

"Oleh karena itu, rasanya I’m happy untuk kembali menyapa dan hidup bersama dengan keluarga besar Universitas Paramadina," terangnya.

Kemudian dikatakan SBY, pada diskusi kali ini, dirinya berbagi pandangan tentang dunia saat ini tentang dinamika dan perkembangan dunia terkini.

"Dan lebih khusus, tadi saya diminta menyampaikan pandangan saya tentang masa depan multilateralisme di tengah ketidakpastian global.

Baik dari sisi politik atau geopolitik, dari sisi ekonomi, maupun dari segi keamanan dunia,"  jelasnya.

 

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas