Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BNPT dan Kemendes PDT Gelar Audiensi, Kolaborasi Ciptakan Desa Bebas Radikalisme dan Intoleransi

Kepala BNPT memperkenalkan Desa Siapsiaga yang diharapkan menjadi bagian penting dari implementasi Kesiapsiagaan Nasional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in BNPT dan Kemendes PDT Gelar Audiensi, Kolaborasi Ciptakan Desa Bebas Radikalisme dan Intoleransi
HO BNPT
AUDIENSI KEMENDES - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Eddy Hartono, melakukan audiensi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), di Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin (17/3/2025). Pada kesempatan itu, kedua lembaga sepakat untuk menciptakan desa bebas radikalisme dan intoleransi. (HO/ BNPT) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Eddy Hartono, melakukan audiensi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), di Kantor Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, pada Senin (17/3/2025).

Pada momen itu, Kepala BNPT memperkenalkan Desa Siapsiaga yang diharapkan menjadi bagian penting dari implementasi Kesiapsiagaan Nasional yang merupakan amanat dari Undang undang 5 tahun 2018.

"Dalam konteks Desa Siapsiaga, ini berfokus pada kegiatan Kesiapsiagaan Nasional," kata Eddy Hartono, dalam keterangannya, Rabu (19/3/2025).

Dia menekankan pentingnya kehadiran negara dalam upaya pencegahan terorisme.

Sehingga dibutuhkan sinergi seluruh komponen bangsa termasuk kolaborasi kementerian dan lembaga di dalamnya. 

"Kuncinya memang kolaborasi. Kolaborasi dan kebersamaan menunjukan negara hadir dan kemudian satu Bahasa," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung program tersebut. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Prinsipnya kami siap, ini sangat bagus nanti realisasinya bagaimana, bisa kita melibatkan 40 ribu orang, ada kepala desa, pendamping desa, ada camat. Intinya kita punya jangkauan untuk melakukan sosialiasi bagaimana bahaya terorisme," ujarnya.

Lebih lanjut Yandri berharap bahwa kolaborasi ini dapat terealisasikan dan menciptakan desa desa yang bebas dari intoleransi maupun radikalisme.

"Mudah mudahan dari pertemuan ini bisa kita realisasikan dan desa bebas radikalisme, desa toleransi semakin hari semakin banyak menurunkan prestasi yang luar biasa," pungkas Yandri.

Kolaborasi ini diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih peduli dan siap dalam menghadapi potensi ancaman terorisme, dengan mengedepankan nilai-nilai toleransi di setiap desa di Indonesia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas