Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korlantas Polri Proyeksi Puncak Arus Balik Terjadi pada 5-6 April 2025

Agus mengimbau kepada pemudik yang akan kembali ke kota asalnya untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
zoom-in Korlantas Polri Proyeksi Puncak Arus Balik Terjadi pada 5-6 April 2025
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
ARUS MUDIK - Kepadatan kendaraan yang melintasi jalan tol Palimanan-Kanci (Palikanci) KM 192, Cirebon, Jawa Barat, pada arus mudik Lebaran 2024, Minggu (7/4/2024). Terkini, Korlantas Polri menyiapkan empat klaster untuk persiapan Operasi Ketupat 2025. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah diperkirakan akan terjadi pada 5-6 April 2025. 

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa Korlantas Polri tengah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang akan kembali ke ibu kota.

"Maka dari itu Bapak Kapolri memerintahkan untuk merumuskan cara bertindak pada saat arus balik. Tentunya kita harus melakukan langkah-langkah strategis dengan semua stakeholder kaitannya dengan tata kelola rekayasa lalu lintas," ata Agus kepada wartawan pada Rabu (2/4/2025).

Untuk memastikan kelancaran arus balik, Korlantas Polri berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dan akan melakukan rekayasa lalu lintas, seperti sistem one-way dan contra flow jika diperlukan.

Agus mengimbau kepada pemudik yang akan kembali ke kota asalnya untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.

"Siapkan perjalanan dengan optimal, jaga kesehatan, pastikan kendaraan sehat, sehingga perjalanan rekan-rekan selamat sampai tujuan," imbuhnya.

Baca juga: Detik-detik 3 Anggota Polisi Dianiaya Oknum TNI saat Amankan Malam Lebaran, 6 Orang Jadi Tersangka

Agus juga melaporkan bahwa arus mudik Lebaran tahun ini berjalan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga saat ini, lebih dari 2,1 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta, dengan 2.167.702 kendaraan tercatat sudah menuju Trans Jawa dan Sumatera. Angka kendaraan yang masih ada di Jakarta hanya sekitar 0,5 persen dari kondisi normal.

"Alhamdulillah jumlah kecelakaan juga menurun, termasuk juga jumlah fatalitas korban juga menurun," ujar dia.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas