Strategi Kapolri Urai Kemacetan saat One Way Nasional, Tarif Tol Bisa Digratiskan
Kepolisian menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kemacetan selama pemberlakuan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way nasional
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Kepolisian menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kemacetan selama pemberlakuan rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way nasional di Tol Trans Jawa yang resmi diberlakukan pada Minggu (6/4/2025).
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut Tol Cisumdawu akan dimanfaatkan sebagai jalur pengurai. Selain itu, jika diperlukan, tarif tol bisa digratiskan demi kelancaran arus mudik.
Baca juga: Antisipasi Kemacetan One Way Nasional, Kapolri Siapkan Strategi Pendukung
"Tentunya kita tetap mempersiapkan alternatif-alternatif lain apabila dengan one way nasional ini kemudian tetap ada kemacetan,” ujar Sigit di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
“Kita mempersiapkan strategi, mempersiapkan Cisumdawu untuk menjadi pengurai, dan kita sudah rapat juga, apabila diperlukan untuk tarif tolnya akan digratiskan," ia menambahkan.
Baca juga: One Way Nasional Arus Balik Lebaran Secara Resmi akan Diberlakukan Pagi Ini
Rekayasa lalu lintas ini dilanjutkan dengan skema contra flow dua lajur dari KM 70 hingga KM 36, kemudian satu lajur dari KM 36.
Arus dari arah DKI Jakarta ke Jawa Barat juga tetap bisa berjalan karena jalur khusus telah disiapkan.
“Sehingga kita harapkan baik dari barat ke timur, maupun timur ke barat sama-sama bisa berjalan,” pungkasnya.