Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mendes Yandri Minta Jajaran Kemendes Menyajikan Data Akurat dalam Melakukan Pendataan Indeks Desa

Yandri Susanto meminta jajaran Kemendes untuk menyajikan data-data yang akurat dalam melakukan pendataan indeks desa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mendes Yandri Minta Jajaran Kemendes Menyajikan Data Akurat dalam Melakukan Pendataan Indeks Desa
Tangkapan Layar Youtube Kemendes
PENDATAAN INDEKS DESA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat memberikan arahan dalam Sosialisasi Pendataan Indeks Desa 2025. Dia meminta jajaran Kemendes untuk menyajikan data-data yang akurat dalam melakukan pendataan indeks desa. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meminta jajaran Kemendes untuk menyajikan data-data yang akurat dalam melakukan pendataan indeks desa.

Awalnya, Yandri menjelaskan bahwa Pendataan Indeks Desa ini pertama kali dilakukan.

Baca juga: Soal Biaya Pelatihan Pengawas Koperasi Desa, Kemenkop: Tidak Resmi dari Kementerian

"Maka ini tonggak bagi kita untuk meneropong tentang desa itu benar adanya," kata Yandri dalam sambutannya di Sosialisasi Pendataan Indeks Desa 2025 secara daring, Kamis (17/4/2025).

Dia pun meminta para kepala desa, kepala camat, dinas PMD kabupaten dan provinsi, termasuk pendamping desa, untuk memastikan parameter yang sudah ditentukan sebagai indeks desa itu dilakukan secara jujur.

"Jadi nanti kita akan melihat bagaimana desa itu apakah sudah menjadi mandiri, maju, berkembang, tertinggal, dan sangat tertinggal," katanya.

Dia mengatakan saat ini masih ada lebih dari 10 ribu desa tertinggal, 26 kabupaten tertinggal, 20 ribu desa lebih yang belum memiliki internet.

Karena itulah, penting bagi Kemendes untuk menyajikan data yang akurat, sehingga laporan kepada Presiden Prabowo Subianto bisa tepat dan efisien.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini penting kita akan melihat bagaimana sesungguhnya desa itu secara data benar, dengan data itu, maka kebijakan pembangunan baik dari pusat maupun provinsi dan dana desa alokasinya kemudian dari kabupaten dan pada akhirnya di lokus desa akan sama," kata dia.

"Jangan sampai datanya berbeda-beda atau diada-adakan atau tidak jujur, saya kira ini akan jadi malapetaka buat kita dalam membuat kebijakan karena data salah ya muaranya pasti salah," tandas Yandri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas