Arahan Tegas SBY: Tidak Boleh Ada Matahari Kembar di Pemerintahan Prabowo
Menurut Dede, yang perlu dicermati bukan sekadar pertemuan antar tokoh, tetapi potensi munculnya kekuatan politik di luar struktur resmi pemerintahan.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Acos Abdul Qodir
Dua hari kemudian giliran Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin temui Jokowi. Mereka datang pada Jumat (11/4/2025) siang.
Menanggapi itu, Politikus PKS Mardani Ali Sera lantas mengingatkan fenomena 'matahari kembar'.
"Yang pertama tentu silaturahmi tetap baik, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar,” kata Mardani, Jumat (11/4/2025).
Mardani sebenarnya meyakini bahwa Prabowo tidak akan merasa tersinggung dengan kunjungan para menterinya ke Presiden terdahulu.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya jajaran kabinet untuk menjaga kewibawaan sosok pemimpin tertinggi dalam sistem pemerintahan.
“Bagaimanapun presiden kita Pak Prabowo, dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya, komitmennya. Dan saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Jokowi."
“Namun, yang jadi pesan saya cuma satu, jangan ada matahari kembar. Satu matahari saja lagi berat, apalagi kalau dua,” kata Mardani.
Baca juga: Istana Minta Kunjungan Pejabat ke Rumah Jokowi Tidak Disimpulkan Adanya Matahari Kembar
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).