Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Evakuasi Dramatis di Ponpes Gontor 5 Akibat tembok Penampungan Air Roboh

Sebuah tragedi terjadi di Ponpes Gontor 5, 25 santri luka-luka dan 4 meninggal dunia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Evakuasi Dramatis di Ponpes Gontor 5 Akibat tembok Penampungan Air Roboh
Istimewa
ILUSTRASI - Insiden tembok kolam penampung air di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Sawangan, Kabupaten Magelang, roboh pada Jumat (25/4/2025) 

TRIBUNNEWS.COM - Kejadian tragis di Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Sawangan, Kabupaten Magelang.

Pada Jumat (25/4/2025), tembok kolam penampung air yang berada di asrama santri, roboh,

Akibatkannya 25 santri mengalami luka-luka dan empat lainnya meninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung menjelang waktu Salat Jumat.

Saat itu, puluhan santri sedang mengantre untuk mandi di belakang kamar mandi asrama.

Tiba-tiba bangunan talud yang berada di sisi tersebut ambruk.

Penyebab dan Proses Evakuasi

Diduga, fondasi kolam penampung air tersebut ambruk, menyebabkan material beton jatuh hingga menimpa para santri yang sedang mengantre.

Rekomendasi Untuk Anda

Evakuasi para korban berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar 12 jam, dari pukul 11.00 hingga 23.30 WIB.

Tim SAR gabungan menghadapi berbagai kendala, termasuk medan yang sempit dan posisi korban yang terjepit di antara struktur bangunan kamar mandi.

Korban dan Penanganan Medis

Baca juga: Respons Gubernur NTB soal Pengajar Pondok Pesantren Lakukan Kekerasan Seksual ke Santriwatinya

Dari 29 santri yang terlibat, Basarnas mencatat sembilan korban yang tertimpa talud.

Lima orang selamat meski mengalami luka cukup berat, sedangkan empat orang dinyatakan meninggal dunia.

Sebanyak 20 santri lainnya telah lebih dulu dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Merah Putih Magelang untuk mendapatkan perawatan medis.

Guru senior Gontor 5, Muhib Huda Muhammady, memastikan bahwa seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung oleh pihak pondok.

"Kondisinya 25 santri yang dievakuasi luka-luka ringan semuanya," ungkapnya.

Ia juga meminta doa dari masyarakat atas insiden yang terjadi di lingkungan pondok.

Insiden robohnya tembok penampung air di Ponpes Gontor 5 ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan ketahanan bangunan di lingkungan pendidikan.

Pihak pondok berkomitmen untuk menangani semua biaya perawatan korban dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

(Tribunnews.com/Galuh Widya Wardani)

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas