Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Grup A - Matchday 1
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Curahan Hati Seorang Buruh Pabrik Garmen di Cakung: Dituntut Disiplin Waktu, tapi Gaji Sering Molor

Dewi (41), seorang buruh pabrik garmen di Cakung, Jakarta Timur, hadir mengikuti aksi May Day dalam rangka Peringatan Hari Buruh

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Curahan Hati Seorang Buruh Pabrik Garmen di Cakung: Dituntut Disiplin Waktu, tapi Gaji Sering Molor
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
HARI BURUH - Dewi (41), seorang buruh pabrik garmen di Cakung, Jakarta Timur, hadir mengikuti aksi May Day dalam rangka Peringatan Hari Buruh, di Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Dewi mencurahkan keluhannya terhadap perusahaan tempat dia bekerja berkaitan soal tanggal penggajian yang kerap tak sesuai dengan tanggal yang seharusnya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewi (41), seorang buruh pabrik garmen di Cakung, Jakarta Timur, hadir mengikuti aksi May Day dalam rangka Peringatan Hari Buruh, di Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025).

Dia tampak duduk bersama sang suami serta beberapa rekan buruh lainnya yang bekerja satu perusahaan dengannya.

Dewi dan sang suami bekerja di tempat yang sama. Dia bertugas di bagian sewing atau tahap penjahitan, sedangkan suaminya sebagai operator.

Wanita berhijab itu mengaku sudah bekerja selama lima tahun di perusahaan tersebut, sementara suaminya sudah 10 tahun.

Saat ditemui, Dewi mencurahkan keluhannya terhadap perusahaan tempat dia bekerja berkaitan soal tanggal penggajian yang kerap tak sesuai dengan tanggal yang seharusnya.

Dia meminta, perusahaan agar memenuhi hak-hak para pegawai sesuai waktu yang seharusnya.

"Pokoknya gajian jangan diulur-ulur, maksudnya (harus) tepat waktu. Dia (Perusahaan) menuntut kita disiplin waktu, ya kita (pegawai) juga dapat disiplin gaji dong," tegas Dewi, saat ditemui Tribunnews.com, Kamis.

Rekomendasi Untuk Anda

Katanya, di perusahaan itu, gajian jatuh setiap awal bulan, tepatnya tanggal 1. Namun, waktu gajian tersebut kerap molor hingga tanggal 5.

Hal tersebut, menurutnya, berdampak pada semangat kerja para pegawai yang menurun.

"Ya akhirnya pada malas-malas kerjanya karena gajiannya kayak gitu (molor)," ucapnya.

Dewi menduga, tanggal gajian yang molor tersebut terjadi sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia, dimana hal tersebut menyebabkan tertundanya pengiriman ekspor ke luar negeri.

"Semenjak covid kayaknya pengiriman keluar negeri suka telat. Ekspor ke Hongkong, Thailand, Cina, ke Amerika juga sudah sampai," tuturnya.

Dia menyebut, keluhan ini sudah pernah disampaikan para pegawai kepada manajemen perusahaan. Setelah pengaduan itu, penggajian memang sempat diterima para pegawai sesuai waktu yang seharusnya.

Namun tak berlangsung lama, kata Dewi, para pegawai kembali menerima gaji secara terlambat.

Baca juga: Momen Prabowo Heran Sorak Sorai Massa Buruh untuk Letkol Teddy Lebih Riuh: Yang Presiden Gue Nih

"Udah pernah (mengadukan ke perusahaan). Pernah ada perubahan, tapi ke sini-sininya balik lagi, molor lagi," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas