Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Said Iqbal Ungkapkan Hal Ini di Hadapan Prabowo saat Peringatan Hari Buruh

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menyampaikan enam tuntutan buruh secara langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Said Iqbal Ungkapkan Hal Ini di Hadapan Prabowo saat Peringatan Hari Buruh
Tribunnews/Jeprima
HARI BURUH - Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/5/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Partai Buruh, Said Iqbal menyampaikan enam tuntutan buruh secara langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas, Jakarta, Rabu (1/5/2025). 

"Bapak Presiden yang kami cintai, izinkan dalam May Day ini mewakili kawan-kawan buruh, ada enam isu yang ingin kami sampaikan,” kata Said Iqbal.

Tuntutan pertama adalah penghapusan sistem kerja alih daya atau outsourcing yang disebut Said Iqbal sebagai bentuk "perbudakan modern".

“Kami tahu Bapak sangat peduli untuk menghapus outsourcing. Modern slavery, perbudakan modern,” ucapnya.

Kedua, Said Iqbal meminta dibentuknya satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia juga menyerukan dukungan kepada Prabowo untuk menyelamatkan ekonomi nasional.

Tuntutan ketiga adalah soal upah layak. Dalam kesempatan itu Said Iqbal mengapresiasi keputusan pemerintah menaikkan upah 6,5 persen. 

Partai Buruh juga mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang baru tanpa mencantumkan muatan dari Omnibus Law.

Rekomendasi Untuk Anda

Said Iqbal menyebut Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad akan mengawal hal tersebut di DPR.

“Pak Menko, sebaiknya yang aroma-aroma Omnibus Law dibuang saja di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Said Iqbal menyoroti mandeknya pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) yang sudah tertahan selama 20 tahun.

Sementara itu, tuntutan terakhir adalah soal pemberantasan korupsi melalui pengesahan RUU Perampasan Aset.

Sebagai informasi, peringatan Hari Buruh kali ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia hadir ditemani Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indrawijaya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco.

Kemudian Presiden Partai Buruh Said Iqbal, Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat, Presiden KSBSI Ely Rosita Silaban, dan Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas