Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menag Nasaruddin Umar Berharap Paus Leo XIV Lanjutkan Warisan Kebatinan Paus Fransiskus

Tak hanya menyampaikan harapan, Nasaruddin juga mengenang momen kebersamaannya dengan Paus Fransiskus saat kunjungan apostolik ke Indonesia pada

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Menag Nasaruddin Umar Berharap Paus Leo XIV Lanjutkan Warisan Kebatinan Paus Fransiskus
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampaow
MENGENANG PAUS FRANSISKUS - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar memberikan sambutan dalam Musyawarah Nasional III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (Munas III LP3K) di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Sabtu (10/5/2025). Ia mengungkapkan kenangan momen bersejarah saat berjabat tangan dengan pemimpin Katolik dunia, Paus Fransiskus semasa hidup, dalam kunjungan ke Indonesia 5 September 2024 lalu.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan harapan besar atas kardinal asal Amerika, Robert Francis Prevost, sebagai Paus baru pengganti mendiang Paus Fransiskus

Nasaruddin berharap pemimpin umat Katolik dunia yang memilih nama Paus Leo XIV itu mampu melanjutkan suasana kebatinan dan semangat kemanusiaan yang selama ini dicontohkan oleh mendiang Paus Fransiskus.

Hal ini Nasaruddin sampaikan dalam sambutannya saat membuka Musyawarah Nasional III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (Munas III LP3K) di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025) malam.

“Mudah-mudahan Paus Leo yang ke-14 nanti ini insyaallah bisa juga melanjutkan suasana kebatinan yang telah dirintis dan dicontohkan, diperkenalkan oleh Paus Fransiskus yang lalu,” ujar Nasaruddin dalam pidato pembukanya.

Dalam acara tersebut, Nasaruddin mengajak seluruh peserta dan tokoh agama yang hadir untuk bersama-sama mendoakan kepergian Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik yang dikenang karena keteladanannya dalam merangkul keberagaman dan kemanusiaan lintas iman.

Tak hanya menyampaikan harapan, Nasaruddin juga mengenang momen kebersamaannya dengan Paus Fransiskus saat kunjungan apostolik ke Indonesia pada 5 September 2024 lalu.

Ia menceritakan saat keduanya berjabat tangan dan berdialog menggunakan Bahasa Arab dalam kunjungan mereka ke Terowongan Silaturahmi, yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta — simbol kuat toleransi antarumat beragama di Tanah Air.

Rekomendasi Untuk Anda

“Terlalu panjang sambutan ini, tapi mungkin karena suasana emosional saya. Batin saya masih terenyuh dengan kepergian salah seorang tokoh kemanusiaan,” ucap Nasaruddin, menjelaskan mengapa sambutannya malam itu lebih lama dari biasanya.

Baca juga: Menag Nasaruddin Umar: Saya Kok Bisa Emosional Kalau Bicara Tentang Paus Fransiskus

Di kesempatan terpisah, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Monsinyur Antonius Subianto Bunjamin, juga memberikan pandangannya terkait terpilihnya Paus Leo XIV. Menurutnya, pemimpin baru Gereja Katolik yang lahir dengan nama Robert Francis Prevost itu memiliki gaya kepemimpinan yang seimbang.

“Saya kira beliau yang disebut dengan konservatif-progresif,” kata Antonius di Gedung KWI, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025).

Dengan perpaduan antara nilai konservatif dan semangat progresif, banyak pihak berharap Paus Leo XIV dapat meneruskan warisan kepemimpinan Paus Fransiskus, terutama dalam membangun dialog lintas agama dan memperkuat solidaritas umat di tengah dunia yang semakin kompleks.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas