Prabowo Bangun Rumah Sakit di 66 Daerah Terpencil, Bisa Tangani Stroke hingga Ginjal
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto sedang membangun dan memperkuat rumah sakit di 66 kota terpencil.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sedang membangun dan memperkuat rumah sakit di 66 kabupaten/kota terpencil.
Targetnya, fasilitas kesehatan tersebut dapat menangani penyakit berat seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal tanpa harus dirujuk ke ibu kota provinsi.
“Pak Prabowo lakukan apa? Memperbaiki rumah sakit di 66 kabupaten kota terpencil yang rumah sakit tipe D. Nah kan tipe C,” ujar Budi dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025).
Menurutnya, masyarakat awam sering bingung membedakan tipe rumah sakit.
Karena itu, ia menjelaskan manfaat dari peningkatan fasilitas tersebut secara praktis.
Baca juga: Menkes Bicara Tugas Kemenkes, Menjaga Orang Tetap Sehat, Bukan Mengobati yang Sudah Sakit
“Kalau tipe C, Bapak Ibu kena stroke bisa ditangani di sana. Kena jantung bisa ditangani di sana. Kena kanker bisa ditangani di sana. Kena ginjal bisa ditangani di sana. Nggak usah dibawa ke salah satu ibu kota provinsi,” jelasnya.
Budi mengatakan, pemerintah akan melengkapi RS tersebut dengan alat kesehatan, infrastruktur, dan tenaga dokter.
Baca juga: Menkes Sindir Teori Konspirasi Anti-Vaksin: Adik-adik Lengannya Mulus, Tak Kenal Cacar karena Vaksin
Ia menargetkan pembangunan 32 rumah sakit rampung tahun ini dan 32 sisanya tahun depan.
“Sudah groundbreaking 15. Sudah siap sebenarnya 19. Target saya 32 tahun ini, 34 tahun depan. Jadi 66 ini tadi mau dibikin 5 tahun. Tapi saya coba dua tahun,” ujar Budi.
Baca tanpa iklan