Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Besok 21 Mei 2025 Diperingati Hari Reformasi Nasional: Mengenang Lengsernya Presiden Soeharto

Besok Rabu, 21 Mei 2025 diperingati Hari Reformasi Nasional. Peringatan ini dilatarbelakangi sejarah lengsernya Presiden Soeharto.

Tribun X Baca tanpa iklan

TRIBUNNEWS.COM - Rabu, 21 Mei 2024 akan diperingati sebagai Hari Reformasi Nasional.

Hari Reformasi Nasional merupakan peringatan atas histori tragedi Mei 1998.

Dan tahun 2025 merupakan tahun ke-27 peringatan reformasi Indonesia sejak tahun 1998.

Di mana pada tanggal 21 Mei bertepatan dengan lengsernya Presiden Soeharto dari pemerintahannya saat itu.

Dirinya mengundurkan diri tepatnya pada tanggal 21 Mei 1998.

"Saya memutusken untuk menyataken berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia terhitung sejak saya bacaken pernyataan ini, pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998," ucap Presiden Soeharto kala itu, mengutip kesbangpol.kulonprogokab.go.id, 

Soeharto mundur usai 32 tahun memimpin Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Krisis ekonomi dan keinginan rakyat menjadi negara demokrasi menjadi penyebab utama kejatuhan rezim Orde Baru setelah 32 tahun berkuasa.

Sebelum Soeharto mundur, Indonesia diwarnai dengan aksi demonstrasi dan kerusuhan.

Perirtiwa tersebut tertulis dalam buku 'Sejarah Pergerakan Nasional' yang ditulis Fajriudin Muttaqin dkk.

Disebutkan Soeharto sudah dianggap tidak mampu lagi mengatasi krisis berkepanjangan dan reformasi kala itu menjadi jalan yang dituntut masyarakat.

Baca juga: Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Aktivis 98 Akan Gelar Refleksi Reformasi

Peristiwa aksi demontrasi ini makin membara, disebutkan terlebih usai harga bensin naik, yakni dari harga Rp 700 menjadi Rp 1.200. '

Lantas berbuntut pada peristiwa 12 Mei, yang dikenal dengan 'Tragedi Trisakti'.

Kekacauan pecah saat mahasiswa Trisakti dihalangi saat hendak menuju gedung DPR dan terjadi penembakan terhadap 4 mahasiswa oleh aparat.

Usai peristiwa berdarah tersebut Ketua DPR/MPR Harmoko menyatakan kepada pers, Wakil Ketua dan Ketua Dewan untuk menggelar sidang paripurna pada 19 Mei 1998. 

Sejumlah tokoh turut diundang dalam sidang paripurna yakni Emha Ainun Nadjib, Megawati, Amien Rais, Yusril Ihza Mahendra, Nurcholis Madjid, dan tokoh lainnya.

Hingga hasilnya, pada hari Kamis, 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan bahwa dia melepaskan jabatannya sebagai Presiden.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas