Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Prabowo Belum Berencana Reshuffle Kabinet Tapi Rutin Evaluasi Kinerja Menteri

Namun, Presiden juga memberikan catata negatif kepada sejumlah Menteri dalam hal menyampaikan komunikasi publik.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
zoom-in Prabowo Belum Berencana Reshuffle Kabinet Tapi Rutin Evaluasi Kinerja Menteri
Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr
RESHUFFLE KABINET - Suasana hari kedua retret Kabinet Merah Putih bersama Presiden Prabowo Subianto di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (26/10/2024). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto rutin melakukan evaluasi kinerja para menterinya. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto rutin melakukan evaluasi kinerja para menterinya.

Evaluasi yang dilakukan mulai dari prestasi kerja hingga etika.

Baca juga: Reshuffle Kabinet Dinilai Jadi Momentum Selamatkan Demokrasi Ekonomi Indonesia

"Iya, secara rutin beliau melakukan monitoring, mengevaluasi kinerja seluruh pembantu-pembantu beliau di Kabinet Merah Putih," kata Prasetyo di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (23/5/2025).

Dari evaluasi yang dilakukan kata Prasetyo ada beberapa yang mendapatkan catatan positif terutama dalam sektor pangan dan energi.

"Kemarin Alhamdulillah untuk pertama kalinya kita ada bisa menaikkan lifting minyak kita, yang kemarin diresmikan oleh Bapak Presiden di Terubuk yang itu hasil karya anak bangsa. Memang jangan dilihat besarannya, tapi itu sangat signifikan, penambahan 20 ribu barrel satu hari," katanya.

Namun, Presiden juga memberikan catata negatif kepada sejumlah Menteri dalam hal menyampaikan komunikasi publik.

Meskipun demikian, Prasetyo tidak menyebutkan Kementerian mana yang mendapatkan catatan dari Presiden tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dan dimohon diimbau untuk menghindari menyampaikan sesuatu yang bersifat dapat menimbulkan, ya mungkin istilahnya bisa menimbulkan kegaduhan atau menimbulkan perasaan tidak enak kepada pihak lain, kepada institusi lain, dan terutama kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: Rocky Gerung Minta Prabowo Reshuffle: Lumpuhkan Kabinet, Ganti dengan Energi Baru

Meskipun demikian, Prasetyo menegaskan bahwa belum ada rencana dari Presiden Prabowo untuk melakukan reshuffle kabinet. Menurutnya tidak semua pelanggaran langsung berimplikasi pada perombakan kabinet.

"Ya kan kalau pun misalnya dalam tanda kutip dianggap melanggar, kan tidak kemudian otomatis langsung dilakukan reshuffle ya. Karena kadang-kadang juga begini, apa yang dianggap melanggar tadi, kalau itu berbentuk sebuah misalnya penyampaian ke publik yang kurang pas, itu kan tidak kemudian berkorelasi dengan kinerja, kan begitu," pungkasnya.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas