Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari Penuh? Ini Penjelasannya

Apakah puasa Dzulhijjah harus dilakukan selama 9 hari penuh? Simak penjelasannya di artikel ini.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari Penuh? Ini Penjelasannya
Canva/Tribunnews.com
IDUL ADHA - Grafis dibuat di Canva Premium pada Kamis (29/5/2025). Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari Penuh? Ini Penjelasannya 

TRIBUNNEWS.COM - Memasuki awal bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah. 

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunnah. 

Namun, muncul pertanyaan di tengah masyarakat: Apakah puasa Dzulhijjah harus dilakukan selama 9 hari penuh?

Jika umat Islam berpuasa Dzulhijjah tidak sampai 9 hari (misal 3 hari), hukumnya boleh dan sah.

Pasalnya, puasa tersebut merupakan puasa sunnah.

Selain itu, keabsahan satu hari puasa tidak tergantung pada hari sebelumnya dan sesudahnya, sehingga boleh dilakukan tidak sempurna 9 hari puasa.

Meski demikian, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa 9 hari jika mampu.

Jadwal Puasa Dzulhijjah 1446 H

- Puasa 1-7 Dzulhijjah: 28 Mei-3 Juni 2025

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Rekomendasi Untuk Anda

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ.”

Baca juga: Kalender Hijriah Bulan Juni 2025, Lengkap dengan Jadwal Puasa Sunnahnya di Bulan Dzulhijjah

- Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah: 4 Juni 2025

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”

- Puasa Arafah 9 Dzulhijjah: 5 Juni 2025

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.”

(Tribunnews.com, Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas