Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PBNU Bantah Terima Aliran Dana dari PT Gag Nikel Raja Ampat

Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Gudfan Arif bantah tudingan ada aliran dana dari PT Gag Nikel Raja Ampat ke PBNU

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in PBNU Bantah Terima Aliran Dana dari PT Gag Nikel Raja Ampat
Kolase Tribunnews.com
TAMBANG NIKEL - Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur yang ditunjuk PBNU sebagai penanggung jawab dalam pengelolaan usaha pertambangan. Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Gudfan Arif bantah tudingan ada aliran dana dari PT Gag Nikel Raja Ampat ke PBNU 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Gudfan Arif atau Gus Gudfan membantah tudingan adanya aliran dana dari PT Gag Nikel Raja Ampat ke PBNU.

"Itu tudingan yang sangat keji," kata Gus Gudfan melalui keterangan tertulis, Jumat (13/6/2025).

Menurut Gus Gudfan, posisi KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) sebagai komisaris di PT Gag Nikel sebagai pribadi.

NU, kata Gus Gudfan, sama sekali tidak pernah menempatkan pengurusnya di perusahaan pemerintah maupun swasta.

PT Gag, menurut Gus Gudfan, bukan milik PBNU, melainkan salah satu anak perusahaan BUMN PT ANTAM.

"Kebetulan yang jadi salah satu komisaris itu adalah warga NU. Jadi tak ada kaitan sama sekali dengan PBNU," ujarnya.

Gus Gudfan mengatakan pihaknya tidak memiliki hubungan dengan sosok Ananda Tohpati yang menyalurkan dana ke PBNU.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami bisa buktikan dengan data kalau kami sama sekali tak pernah menerima aliran dana dari tambang manapun," katanya.

Baca juga: Wisata di Raja Ampat Ditutup Sementara Buntut Polemik Tambang Nikel, Cegah Potensi Gangguan

Sementara Gus Fahrur yang masuk jajaran  komisaris di PT Gag Nikel turut membantah keras tuduhan itu.

Menurut Gus Fahrur, ia sama sekali tak kenal dengan Ananda Tohpati itu.

"Ini fitnah. Tidak ada sama sekali sumbangan ke PBNU. Saya jamin 1.000 persen hoaks," kata Gus Fahrur.

Sebelumnya, tudingan PBNU menerima aliran dana dari PT Gag Nikel dilontakan akun TikTok @tanpadusta).

Unggahan itu menarasikan, PBNU menerima aliran dana dari Ananda Tohpati yang oleh kalangan tertentu dikenal dengan nama Andes "Kancil".

Baca juga: Tambang Nikel Raja Ampat, Kesaksian Travel Influencer Angela Gilsha: Airnya Keruh, Hutannya Gundul

Akun itu menyebut, Ananda merupakan anak mantan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.

Ananda disebutnya bertanggungjawab atas pengamanan dan pengawasan operasi dari lima perusahaan yang beroperasi di Raja Ampat.

Sebagai imbalan dan pengawasan, kata akun itu, Andas mengumpulkan donasi Rp 55 miliar perbulan dari setiap perusahaan atau Rp 275 miliar perbulan (Rp3,3 triliun pertahun).

Uang itu, menurut akun itu, disalurkan ke sejumlah jaringannya, salah satunya ke PBNU

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas