Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jumat Ini Buruh Geruduk Kedubes AS-Mesir, Desak Setop Genosida Gaza dan Perang Iran-Israel

Iqbal menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar ekspresi politik, melainkan panggilan nurani gerakan buruh untuk bersuara atas ketidakadilan global yang

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jumat Ini Buruh Geruduk Kedubes AS-Mesir, Desak Setop Genosida Gaza dan Perang Iran-Israel
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
SOLIDARITY GAZA - Peserta aksi mengikuti long march Solidarity March with Global March to Gaza di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (15/6/2025). Aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas untuk gerakan Global March to Gaza yang bertepatan dengan ribuan warga lintas negara yang tengah bersiap memasuki wilayah Gaza untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina yang mengalami krisis akibat blokade dari Israel. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para anggta Partai Buruh akan menggelar aksi solidaritas besar-besaran pada Jumat, 20 Juni 2025, menyerukan penghentian genosida di Gaza, Palestina dan konflik bersenjata antara Iran dan Israel

Aksi akan diawali dari kantor Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Jakarta dan berlanjut ke Kedutaan Besar Amerika Serikat serta Mesir.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas atas tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina. Mereka membawa tiga tuntutan utama dalam aksi tersebut.

Aksi ini akan diikuti oleh elemen buruh dan simpatisan yang menuntut penghentian kekerasan dan penjajahan di Gaza.

“Pertama, hentikan perang antara Iran dan Israel. Kedua, hentikan genosida di Gaza. Bebaskan Palestina. Ketiga, desak PBB dan Pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan seluruh perang di dunia,” ujar Said Iqbal dalam keterangannya, Rabu (18/6/2025).

Baca juga: 150 Ribu Warga Israel Terdampar di Luar Negeri: Rawan Diincar Iran, Penyelamatan Belum Dilakukan

Iqbal menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar ekspresi politik, melainkan panggilan nurani gerakan buruh untuk bersuara atas ketidakadilan global yang terus terjadi.

“Ini bentuk solidaritas sekaligus sikap tegas ihwal tidak boleh adanya pembungkaman atas pembantaian dan penjajahan yang terus dibiarkan,” lanjutnya.
 

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas