Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

5 Penyebab Perceraian Paling Banyak di Indonesia, Selingkuh Tidak Termasuk

5 penyebab perceraian paling banyak di Indonesia, selingkuh tak termasuk di dalamnya. Sementara judi ada diurutan kelima.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 5 Penyebab Perceraian Paling Banyak di Indonesia, Selingkuh Tidak Termasuk
Pexels
TINGKAT PERCERAIAN TINGGI - Ilustrasi perceraian yang diunduh dari Pexels pada 2 Juni 2025. Berikut 5 penyebab perceraian paling banyak di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyebab utama perceraian paling banyak di Indonesia sepanjang tahun 2024.

Berdasarkan data yang dirilis BPS pada 14 Februari 2025, jumlah perceraian di Indonesia sepanjang tahun 2024 mencapai 399.921 kasus.

Faktor penyebab perceraian pun bermacam-macam, mulai dari zina, mabuk, poligami, hingga judi.

Namun, ada lima penyebab utama perceraian paling banyak di Indonesia, selingkuh tak termasuk di dalamnya.

Kelima penyebab itu meliputi perselisihan dan pertengkaran terus menerus, masalah ekonomi, meninggalkan salah satu pihak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan judi.

1. Perselisihan dan Pertengkaran Terus-menerus

Perselisihan dan pertengkaran terus menerus menjadi penyebab utama perceraian dengan jumlah kasus mencapai 251.125.

Ketidakmampuan pasangan untuk mengelola konflik dan menemukan solusi bersama sering memicu ketidakharmonisan dalam rumah tangga, sehingga berujung pada keputusan untuk berpisah, melansir pa-batang.go.id.

2. Masalah Ekonomi

Rekomendasi Untuk Anda

Masalah ekonomi menjadi penyebab kedua terbesar dengan 100.198 kasus.

Ketidakstabilan ekonomi, kesulitan mencari nafkah, dan beban keuangan keluarga yang berat kerap menjadi sumber konflik yang sulit diatasi.

Baca juga: 10 Negara yang Paling Kaya akan Kebudayaan dan Warisan

3. Meninggalkan Salah Satu Pihak

Sebanyak 31.265 kasus perceraian terjadi karena salah satu pihak meninggalkan pasangannya.

Situasi ini sering menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan, yang pada akhirnya memicu perceraian.

4. KDRT

Kekerasan dalam rumah tangga mencatat 7.243 kasus perceraian. Kekerasan, baik fisik maupun psikis, meski jumlahnya kecil, tetap menjadi alasan serius dalam perkara perceraian.

Korban KDRT biasanya memilih untuk mengakhiri hubungan guna melindungi diri dan anak-anak.

5. Judi

Judi menjadi penyebab perceraian kelima terbesar dengan 2.889 kasus.

Kebiasaan berjudi, baik judi online (judol) maupun judi offline yang dilakukan salah satu pihak menjadi penyebab lain perceraian.

Selain merusak kondisi finansial keluarga, judi sering kali menimbulkan konflik dan ketidakpercayaan dalam hubungan.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas