Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Prabowo Minta Ilmu, Sains, dan Teknologi Tidak Dipolitisasi 

Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembahasan mengenai ilmu, sains, dan teknologi tidak dipolitisasi. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Presiden Prabowo Minta Ilmu, Sains, dan Teknologi Tidak Dipolitisasi 
Tribunnews.com/Fahdi
ARAHAN PRESIDEN - Presiden Prabowo Subianto usai membuka acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025). (Fahdi Fahlevi) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembahasan mengenai ilmu, sains, dan teknologi tidak dipolitisasi. 

"Jangan diplintir, dipolitisasi, ini kan kita bicara ilmu, sains, dan teknologi," ujar Prabowo

Hal tersebut diungkapkan Prabowo usai membuka acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025).

Sementara itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkapkan pesan Prabowo dalam KSIT 2025. 

Prabowo menyampaikan betapa tantangan besar bagi bangsa Indonesia untuk memanfaatkan sumber-sumber kekayaan alam.

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ilmu pengetahuan, menurut Prabowo, dibutuhkan untuk mengoptimalkan sumber daya alam. 

"Tentunya sangat dibutuhkan pengembangan sains, penguasaan sains, melahirkan SDM-SDM unggul, mampu mengelola maupun menghasilkan hasil-hasil riset dan inovasi yang berkontribusi untuk pengembangan berbagai industri di Indonesia," kata Brian. 

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan itu, Prabowo berharap ke depan berbagai inovasi sains dan teknologi merupakan karya Indonesia.

Sehingga ketergantungan Indonesia terhadap impor menjadi berkurang. 

"Jadi tadi Pak Presiden menyampaikan juga bagaimana tantangan kita mengelola industri kendaraan permotor, bagaimana kita mampu mengembangkan industri elektronika dan semikonduktor," katanya. 

"Juga disampaikan juga bagaimana mengoptimalkan pengelolaan sawit," ucapnya.

Selain Prabowo, hadir pula sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih.

Menteri tersebut, adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsoedin,  Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas