Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kopassus Jadi 6 Grup, Ini Sejarah Pasukan Baret Merah TNI AD

Sejarah Kopassus dari mulai dibentuk pada 1952 hingga dimekarkan menjadi enam grup pada 2025. Kopassus dikenal dengan julukan Pasukan Baret Merah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kopassus Jadi 6 Grup, Ini Sejarah Pasukan Baret Merah TNI AD
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
PRAJURIT KOPASSUS - Foto dokumentasi prajurit Kopassus TNI AD pada gladi bersih upacara Hari Ulang Tahun ke-72 TNI di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, 3 Oktober 2017. Berikut sejarah Kopassus dari terbentuknya hingga kini menjadi enam grup di Indonesia. (KOMPAS.com/Kristian Erdianto) 

TRIBUNNEWS.COM - Komando Pasukan Khusus (Kopassus), pasukan elit milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah mencatat sejarah panjang sejak dibentuk pada tahun 1952.

Kopassus dikenal dengan julukan Pasukan Baret Merah karena identitas khas mereka yang mengenakan baret merah.

Baret merah menjadi simbol keberanian dan semangat juang, serta identitas utama Kopassus.  

Baret merah pada Kopassus juga melambangkan semangat laksana api yang membara, mencerminkan keterampilan prajurit komando. 

Selain itu, Kopassus juga dijuluki Hantu Rimba karena kemampuan bertahan dan gerak cepatnya di medan hutan.

Kopassus memiliki tugas pada ranah Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Tugas OMP Kopassus antara lain direct action atau serangan langsung, untuk menghancurkan instalasi vital dan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, hingga Advance Combat Intelligence (Operasi Intelijen Khusus).

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara pada OMSP, Kopassus juga bertugas pada Humanitarian Assistance (bantuan kemanusiaan), AIRSO (Operasi Anti Insurjensi, Separatisme dan Pemberontakan), perbantuan terhadap Kepolisian Republik Indonesia (sesuai permintaan perbantuan), SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke-72, bertempat di Lapangan Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2024). HUT ke 72 Kopassus dihadiri Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dan pejabat lainnya. (Puspen TNI/HO/Tribunnews.com)
HUT KOPASSUS 2024 - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke-72, bertempat di Lapangan Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2024). HUT ke 72 Kopassus dihadiri Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dan pejabat lainnya. (Puspen TNI/HO/Tribunnews.com) (Puspen TNI/Puspen TNI)

Sejarah Kopassus

Pada bulan Juli 1950, Timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya RMS Republik Maluku Selatan (RMS).

Pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan untuk menumpas gerakan separatis tersebut.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel A.E. Kawilarang, sedangkan sebagai komandan operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi.

Letkol Slamet Riyadi yang memimpin operasi ini memang berhasil menumpas gerakan pemberontakan, namun ada banyak korban dari pihak TNI.

Baca juga: Komisi I DPR: Jabatan Wakil Panglima Relevan dengan Bertambahnya Brigade hingga Batalyon di TNI

Setelah dikaji, ternyata dalam beberapa pertempuran, musuh dengan kekuatan relatif lebih kecil mampu menggagalkan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar.

Hal ini ternyata bukan hanya disebabkan semangat anggota pasukan musuh yang lebih tinggi atau perlengkapan yang lebih lengkap, namun juga taktik dan pengalaman tempur yang baik didukung kemampuan tembak tepat dan gerakan perorangan.

Peristiwa ini yang mengilhami Letkol Slamet Riyadi untuk mempelopori pembentukan suatu satuan pemukul yang dapat digerakkan secara cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan yang berat.

Setelah gugurnya Letkol Slamet Riyadi, pada salah satu pertempuran di sekitar kota Ambon, gagasan ini selanjutnya dilanjutkan oleh Kolonel A.E. Kawilarang.

Pada 16 April 1952, melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorium III No.55/Instr/PDS/52 terbentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang merupakan cikal bakal Kopassus.

Tanggal 16 April 1952 tersebut sekaligus menjadi hari lahirnya Kopassus (yang saat itu bernama Kesatuan Komando Teritorium III).

Sebagai Komandan pertama, dipercayakan kepada Mayor Moch. Idjon Djanbi, mantan Kapten KNIL yang pernah bergabung dengan Korps Speciale Troopen dan pernah bertempur dalam perang dunia II.

Perubahan Nama Kopassus

Dalam perjalanan selanjutnya satuan ini beberapa kali mengalami perubahan nama di antaranya Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD) pada tahun 1953.

Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada tahun 1952, selanjutnya pada tahun 1955 berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Pada tahun 1966, satuan ini kembali berganti nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNIA-AD (Puspassus TNI-AD).

Berikutnya, pada tahun 1971, nama satuan ini berganti menjadi Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha).

Pada tahun 1985 satuan ini berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sampai dengan sekarang.

Misi Penting Kopassus

Berikut sejumlah misi penting yang dilakukan Kopassus:

No Operasi / Peristiwa Tahun Penjelasan Singkat
1 Operasi Pagar Betis 1949–1962 Strategi pengepungan massal melawan gerilyawan DI/TII di Jawa Barat.
2 Penumpasan PRRI 1958–1961 Penumpasan pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Sumatera.
3 Penumpasan Permesta 1958–1961 Operasi untuk mengakhiri pemberontakan Permesta di Sulawesi Utara.
4 Operasi Trikora 1961–1962 Operasi militer untuk merebut Irian Barat dari Belanda.
5 Konflik Papua 1962–sekarang Serangkaian operasi penegakan keamanan melawan kelompok separatis di Papua.
6 Konfrontasi Indonesia–Malaysia 1963–1966 Operasi sabotase dan infiltrasi di wilayah perbatasan Kalimantan selama konfrontasi.
7 Gerakan 30 September 1965 Penumpasan unsur yang terlibat dalam kudeta G30S/PKI.
8 Operasi Kamtib 1967 Operasi keamanan untuk mengatasi pemberontakan bersenjata pasca-1965.
9 Peristiwa Mangkuk Merah 1967 Penumpasan konflik etnis Dayak–Madura di Kalimantan Tengah.
10 Operasi Seroja 1975–1976 Invasi militer Indonesia ke Timor Timur pasca-kekosongan kekuasaan Portugal.
11 Pemberontakan di Aceh 1976–2005 Serangkaian operasi melawan Gerakan Aceh Merdeka hingga tercapai perdamaian.
12 Peristiwa Woyla (Garuda 206) 1981 Pembebasan sandera pesawat Garuda yang dibajak di Don Mueang, Thailand.
13 Pembebasan Mapenduma 1996 Pembebasan sandera peneliti yang ditahan OPM di Papua.
14 Krisis Timor Timur 1999–2002 Operasi pengamanan dan stabilisasi pasca-referendum kemerdekaan Timor Timur.
15 Penangkapan Omar Al-Faruq 2002 Operasi kontra-terorisme menangkap tokoh jaringan Al-Qaeda di Indonesia.
16 Pembebasan MV Sinar Kudus 2011 Pembebasan awak kapal yang disandera oleh perompak Somalia.
17 Operasi Madago Raya 2016–sekarang Operasi memberantas kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur di Sulawesi Tengah.
18 Operasi Damai Cartenz 2018–sekarang Operasi keamanan dan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di Papua.

Resmi Jadi 6 Grup

Pada 2025, Kopassus dimekarkan menjadi enam grup, yang sebelumnya hanya tiga.

Perubahan signifikan ini diresmikan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84 Tahun 2025 yang diteken Presiden Prabowo Subianto. 

Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik para pejabat baru Kopassus dalam sebuah upacara kehormatan militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Minggu (10/8/2025). 

Pucuk pimpinan Kopassus juga mengalami perubahan besar.

Jabatan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus naik menjadi Panglima Kopassus.

Panglima Kopassus kini dijabat oleh perwira tinggi (pati) bintang tiga.

Sedangkan Komandan Grup akan diemban oleh pati bintang satu.

Validasi organisasi ini juga diiringi dengan penempatan markas-markas baru yang strategis. 

Dengan adanya Grup 4, 5, dan 6, Kopassus kini memiliki kehadiran di enam pulau besar di Indonesia.

Hal ini sebuah langkah strategis untuk menghadapi dinamika keamanan, termasuk di Papua, tempat Grup 6 ditempatkan.

Berikut adalah daftar markas dan komandan dari keenam Grup Kopassus yang baru:

Markas dan Komandan 6 Grup Kopassus

Grup 1 Kopassus

Markas berada di Taktakan, Kota Serang, Banten.

Komandan Grup yakni Kolonel Inf Raden Nashrul Fathurrohman (sebelumnya Danrindam III/Siliwangi).

Grup 2 Kopassus

Markas berada di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Komandan Grup yakni Kolonel Inf Edwin Apria Candra (sebelumnya Koorsmin Kasum TNI).

Grup 3 Kopassus

Markas yang sebelumnya di Cijantung, Jakarta Timur, akan dipindahkan ke Kota Dumai, Provinsi Riau.

Komandan Grup yakni Kolonel Inf Bram Pramudia (sebelumnya Paban V/Pam Sintel TNI).

Grup 4 Kopassus

Markas baru ini akan didirikan di Penajam, dekat Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Komandan Grup yakni Kolonel Inf Suharma Zunam (sebelumnya Paban III/Binteman Spersad).

Grup 5 Kopassus

Markas baru ini akan dibangun di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Komandan Grup yakni Kolonel Inf Josep Dat Dariyamanta (sebelumnya Paban V/Kermalat ASEAN Slatad).

Grup 6 Kopassus 

Markas baru ini ditempatkan di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Komandan Grup yakni Kolonel Inf Richard Arnold Y Sangari (sebelumnya Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih).

Kopassus juga masih memiliki Satuan 81/Penanggulangan Antiteror di Cijantung dan Pusat Pendidikan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

(Tribunnews.com/Gilang Putranto, Yunita Rahmawati) (TribunJambi.com/Darwin Sijabat) 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas