Dirjen PAUD Dasmen: Pendidikan Berkualitas Global Harus Bisa Diakses 52 Juta Siswa Indonesia
Gogot Suharwoto, menekankan pentingnya akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak di Indonesia.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Editor:
Malvyandie Haryadi
Hasiolan EP/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Kemendikdasmen), Gogot Suharwoto, menekankan pentingnya akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak di Indonesia.
Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam peluncuran Sekolah Dian Harapan (SDH) Global Bintaro.
Lebih dari 600 orang tua, guru, dan anggota komunitas turut hadir dalam acara tersebut.
“Kami berharap 52 juta siswa yang ada di Indonesia dapat mengakses pendidikan berkualitas tinggi. Anak-anak Indonesia harus dipersiapkan agar mampu bersaing secara global, khususnya dalam bidang teknologi. Saya percaya SDH memiliki visi dan misi yang sejalan dengan semangat ini, serta telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya dikutip Rabu (20/8/2025).
Sementara itu, Dr James T Riady, Founder Pelita Harapan Group, menegaskan kalau aspek paling esensial dari SDH Global Bintaro adalah budaya dan komunitasnya.
“Pendidikan adalah pelita, bukan hanya membentuk pikiran, tetapi juga hati. Kami ingin semua murid melihat dunia dengan luas, memadukan ilmu pengetahuan dan seni dalam keseharian mereka,” jelasnya.
James juga menegaskan bahwa meski berakar pada nilai Kristiani, SDH Global Bintaro terbuka untuk semua kalangan dan latar belakang iman.
“Kami percaya perbedaan adalah sebuah kekayaan. Setiap anak dihargai sebagai ciptaan yang unik, dan setiap keluarga diperlakukan sama apa pun keyakinannya. Komitmen kami adalah menghadirkan pendidikan holistik yang membekali anak-anak menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, generasi muda harus dipersiapkan menghadapi isu-isu global yang semakin kompleks.
“Anak-anak akan hidup di dunia dengan tantangan baru, termasuk persoalan identitas dan gender. Maka dari itu, orang tua membutuhkan sekolah yang tidak hanya mengajar akademik, tetapi juga mendampingi anak agar kuat secara karakter dan siap menghadapi rintangan dunia,” kata James.
SDH Global Bintaro
Sekolah ini akan mulai beroperasi pada Juli 2026, melayani siswa dari TK hingga Kelas 12 dengan kapasitas hingga 2.000 siswa.
SDH Global Bintaro mengadopsi Kurikulum Cambridge bertaraf internasional yang diintegrasikan dengan pandangan Alkitab di semua mata pelajaran.
Guru-guru yang mengajar merupakan kombinasi tenaga pendidik nasional dan ekspatriat, banyak di antaranya bergelar ganda dari universitas di Indonesia maupun Amerika Serikat.
Selain unggul secara akademik, mereka juga dipersiapkan secara spiritual untuk menjadi teladan.
Sekolah ini menekankan pengembangan Pengetahuan Sejati, Iman kepada Kristus, dan Karakter Ilahi, sekaligus mendampingi setiap siswa menemukan bakat, tujuan, dan panggilan Tuhan dalam hidup mereka.
Baca tanpa iklan