Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gubernur Lemhannas: Rencana Pembangunan 500 Batalyon untuk Percepat Program Prioritas Nasional 

Ace mengatakan saat ini TNI juga telah berkontribusi dalam berbagai program prioritas Prabowo.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
zoom-in Gubernur Lemhannas: Rencana Pembangunan 500 Batalyon untuk Percepat Program Prioritas Nasional 
Tribunnews.com/Gita
YONIF TP - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily usai Upacara Penutupan Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV Lemhannas RI di Lemhannas RI Jakarta Pusat pada Kamis (21/8/2025). Ace memandang rencana pembentukan 500 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) ditujukan untuk mempercepat program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai bidang. (Gita Irawan/Tribunnews.com). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily meyakini rencana pembentukan 500 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) secara bertahap dalam lima tahun ditujukan untuk mempercepat program prioritas nasional yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto.

Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) adalah satuan militer multifungsi yang dirancang oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk memperkuat pertahanan nasional sekaligus mendukung pembangunan sektor strategis seperti pangan, kesehatan, dan energi.

Ace mengatakan saat ini TNI juga telah berkontribusi dalam berbagai program prioritas Prabowo.

Program tersebut di antaranya terkait ketahanan pangan hingga Makan Bergizi Gratis.

Hal itu disampaikannya usai Upacara Penutupan Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV Lemhannas RI di Lemhannas RI Jakarta Pusat pada Kamis (21/8/2025).

"Saya kira dengan Batalyon (Infanteri) Teritorial Pembangunan kita bisa pastikan bahwa berbagai program prioritas nasional tersebut itu bisa kita wujudkan dengan cepat," ucap Ace.

"Tentu tanpa mengurangi aturan-aturan dari prinsip supremasi sipil yang sudah menjadi bagian dari undang-undang TNI yang kita sepakati bersama," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Terkini, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengajak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi Yonif TP 843/Patriot Yudha Vikasa (PYV) di Wanajaya, Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8/2025) kemarin. 

Yonif TP 823/PYV tersebut rencananya akan menjadi contoh pembentukan 500 batalion lain yang akan dibentuk dalam kurun waktu lima tahun.

Rencana tersebut juga dikonfirmasi Menkes Budi Gunadi Sadikin usai kunjungan.

"Ini saya kagum sekali dengan visi dari Pak Presiden Prabowo sama Pak Menhan, Pak Sjafrie. Karena di masing-masing batalyon ini yang rencana 500 tadi ya Pak Sjafrie, seluruh Indonesia ada 5 tahun, ada kompi kesehatan," kata Budi.

Sebelumnya, rencana pembangunan 500 Yonif TP pernah diungkap Sjafrie saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Brunei Darussalam HE Dato Paduka Seri Awang Haji Halbi bin Haji Mohd Yussof pada Selasa (15/4/2025) lalu.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) sekaligus Juru Bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Frega Wenas juga sebelumnya telah menjelaskan rencana tersebut merupakan rencana jangka panjang.

Hal tersebut, kata dia, karena untuk membentuk satu batalyon membutuhkan proses.

Sementara ini, kata dia, Kemhan fokus pada rencana pembentukan 100 batalyon teritorial pembangunan.

Hal itu disampaikannya dalam Webinar yang digelar ISDS bertajuk Kamu Bertanya, Kemhan Menjawab: Evolusi Ancaman dan Tantangan Pertahanan Kontemporer" pada Selasa (Kamis 17/4/2025).

"Jadi memang untuk 500 batalyon itu tidak mungkin dalam waktu singkat. Waktu untuk membentuk satu batalyon itu kan butuh proses. Sementara memang fokusnya adalah pada 100 batalyon, di mana batalyon-batalyon ini bukan murni dibangun dari satuan yang baru," ungkap Frega.

Yonif TP rencananya dibentuk dari kompi-kompi terpisah TNI Angkatan Darat yang tidak hanya memiliki kemampuan infanteri untuk bertempur, melainkan juga kemampuan pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan juga pertanian. 


.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas