Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Formasi Xi Jinping, Putin, dan Prabowo di China, Jadi Simbol Indonesia Makin Diperhitungkan Dunia

Kehadiran Presiden Prabowo berdampingan dengan Xi Jinping dan Putin di China jadi simbol kuat Indonesia makin diperhitungkan dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Formasi Xi Jinping, Putin, dan Prabowo di China, Jadi Simbol Indonesia Makin Diperhitungkan Dunia
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Parade Militer di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Rabu (3/9/2025). Presiden Prabowo memenuhi undangan resmi Presiden Tiongkok, Xi Jinping. 

TRIBUNNEWS.COM - Agenda diplomasi di Tiongkok, pada Rabu (3/9/2025), membawa pesan kuat ketika Presiden RI Prabowo Subianto duduk sejajar dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin di panggung utama parade militer. 

Formasi Xi-Putin-Prabowo tidak hanya sekadar tata penempatan kursi, tetapi juga menjadi simbol pengakuan bahwa Indonesia kini berada dalam lingkaran inti percaturan global. 

Lebih istimewa lagi, Presiden Prabowo menjadi tamu terakhir yang tiba di lokasi. Ini adalah sebuah ‘gesture’ diplomatik yang di banyak tradisi berarti penghormatan yang tinggi. Biasanya, tamu terakhir yang ditunggu adalah tamu paling dihormati. Ini mencerminkan posisi Indonesia yang kini diperlakukan setara oleh kekuatan-kekuatan besar dunia.

Baca juga: Agenda Prabowo di China, Jumpa Presiden Xi Jinping hingga Hadiri Parade Militer

Secara historis, peristiwa ini mengingatkan pada peran Indonesia di masa Presiden Soekarno. Pada tahun 1955, Bandung menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika, sebuah tonggak sejarah di mana negara-negara baru merdeka berani menyuarakan kemandirian politik, menolak dikotomi blok Barat-Timur, dan memperkenalkan konsep Non-Aligned Movement. Kala itu, Soekarno menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi penonton, melainkan penggerak tatanan dunia baru.

Hari ini, tujuh dekade kemudian, gema sejarah itu terasa kembali. Di tengah ketegangan geopolitik dan pergeseran arsitektur global, Indonesia kembali dipandang sebagai mitra strategis yang mampu menjembatani kekuatan besar, sekaligus menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang.

Bagi rakyat Indonesia, simbol ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa negeri kita memiliki tradisi panjang sebagai bangsa yang diperhitungkan dunia. Saat ini, Indonesia sekali lagi menunjukkan bahwa suaranya penting, dihormati, dan berkontribusi pada arah masa depan global.

Baca juga: Sempat Batal, Prabowo Jadi Terbang ke China Penuhi Undangan Xi Jinping

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas