Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Agama Hadiri Nikah Massal di Masjid Istiqlal, 100 Pasangan Resmi Menikah

Sebanyak 100 pasangan dari berbagai wilayah resmi melangsungkan akad nikah dalam suasana khidmat. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Menteri Agama Hadiri Nikah Massal di Masjid Istiqlal, 100 Pasangan Resmi Menikah
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
NIKAH MASSAL - Menteri Agama menghadiri acara nikah massal bertajuk 'Nikah Fest' di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/9/2025). 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agama kembali menggelar acara nikah massal bertajuk 'Nikah Fest' di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/9/2025). 

Sebanyak 100 pasangan dari berbagai wilayah resmi melangsungkan akad nikah dalam suasana khidmat. 

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan program ini untuk membantu warganya yang ingin menikah namun terkendala biaya. 

"Ini sangat membantu masyarakat. Ini bukti bahwa negara datang untuk membantu warganya dalam melangsungkan perkawinan," ujar Nasaruddin yang hadir dalam acara itu di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/9/2025). 

NIKAH MASSAL - Acara nikah massal bertajuk 'Nikah Fest' di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
NIKAH MASSAL - Acara nikah massal bertajuk 'Nikah Fest' di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/9/2025). (Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)

Menurut Nasaruddin, seluruh kebutuhan dalam pelaksanaan nikah massal ini ditanggung pemerintah. 

Mulai dari biaya penghulu, mahar, penginapan, hingga modal usaha.

Rekomendasi Untuk Anda

Nasaruddin mengatakan kegiatan serupa juga digelar di sejumlah daerah.

"Tidak ada biaya penghulu, bahkan maharnya pun ditanggung pemerintah. Malam ini juga para pasangan diinapkan di hotel gratis. Setiap keluarga mendapatkan modal usaha Rp2 juta," jelasnya.

Program ini, kata dia, ditujukan untuk masyarakat dari golongan kurang mampu. 

Dirinya berharap tradisi perkawinan yang lebih hemat dapat berkembang di masyarakat.

"Kalau orang kawin normal itu bisa habis Rp100 juta. Bayangkan, ada 2 juta orang menikah setiap tahun. Kalau semua mengeluarkan Rp100 juta, berarti ada Rp200 triliun perputaran dana hanya untuk pesta. Lebih baik uang itu dipakai modal usaha pasangan," kata Nasaruddin.

Nasaruddin berharap program ini bisa menjadi tradisi positif di Indonesia,.

Sekaligus, kata dia, menjadi solusi bagi keluarga yang kesulitan mengurus birokrasi pernikahan maupun terbebani biaya tinggi.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas