Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Pusat Diminta Prioritaskan Pembangunan Kembali Gedung DPRD NTB yang Hangus Dibakar

Pemerintah pusat diminta memberi perhatian terhadap pembangunan kembali Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengalami kerusakan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in Pemerintah Pusat Diminta Prioritaskan Pembangunan Kembali Gedung DPRD NTB yang Hangus Dibakar
TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
GEDUNG DPRD DIBAKAR - Gedung DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dibakar massa aksi, Sabtu (30/8/2025). Tampak api membumbung diselimuti asap tebal. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem Mori Hanafi, meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera memberi perhatian terhadap pembangunan kembali Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengalami kerusakan akibat aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

“Saya mendorong Kementerian PU untuk segera memberikan perhatian pada pembangunan kembali Gedung DPRD Provinsi NTB yang sempat rusak akibat aksi demo,” kata Mori dikutip Minggu (7/9/2025).

Ia menegaskan, keberadaan gedung parlemen daerah itu sangat penting karena menjadi wadah bagi masyarakat dalam menyalurkan aspirasi.

“Gedung DPRD adalah simbol kebersamaan dan rumah rakyat dalam menyampaikan aspirasi,” ucapnya.

Mori yang merupakan legislator dari dapil NTB I (Kabupaten Bima, Dompu, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Kota Bima) berharap pembangunan kembali gedung DPRD NTB dapat segera diprioritaskan.

Hal ini agar lembaga perwakilan rakyat tersebut kembali memiliki tempat yang representatif untuk bekerja serta melayani masyarakat.

“Dengan dukungan penuh dari Kementerian PU, saya yakin hal ini dapat diwujudkan dengan baik,” tandasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) hangus terbakar dalam aksi demonstrasi pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 12.30 WITA.

Para peserta aksi yang terdiri dari mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol) serta warga menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan yang dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) lalu.

Mereka juga menolak kenaikan gaji DPR RI yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas