Sejarah Hari Literasi Internasional 8 September dan Tema Peringatan Tahun 2025
Simak sejarah Hari Literasi Internasional yang diperngati setiap 8 September dan tema peringatan di tahun 2025.
Penulis:
Nurkhasanah
Editor:
Garudea Prabawati
TRIBUNNEWS.COM - Hari Literasi Internasional atau International Literacy Day (ILD) diperingati setiap tanggal 8 September.
Mengutip laman UNESCO, literasi merupakan hak asasi manusia yang fundamental bagi semua orang.
Literasi menjadi landasan bagi setiap orang untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dan perilaku yang lebih luas guna membangun budaya perdamaian.
Secara etimologis istilah literasi berasal dari Bahasa latin “literatus” yang artinya adalah orang yang belajar, dikutip dari laman perpus.iainmadura.ac.id.
Dalam hal ini, literasi sangat berhubungan dengan proses membaca dan menulis.
Literasi dapat diartikan sebagai pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu.
Peringatan Hari Literasi Internasional pada 8 September bertujuan untuk mengingatkan para pembuat kebijakan, praktisi, dan masyarakat tentang pentingnya literasi dalam menciptakan masyarakat yang lebih terpelajar, adil, damai, dan berkelanjutan.
Simak sejarah dan tema peringatan Hari Literasi Internasional 2025 di bawah ini.
Sejarah Hari Literasi Internasional
Mengutip National Today, Hari Literasi Internasional pertama kali dicetuskan dalam sebuah konferensi bertajuk “World Conference of Ministers of Education on the Eradication of Illiteracy” yang diselenggarakan di Teheran, Iran, pada tahun 1965.
Tahun berikutnya, UNESCO resmi mendeklarasikan tanggal 8 September sebagai Hari Literasi Internasional.
Penetapan Hari Literasi Internasional bertujuan untuk mengingatkan masyarakat internasional akan pentingnya literasi bagi individu, komunitas, dan masyarakat, serta perlunya upaya intensif menuju masyarakat yang lebih literasi.
Peringatan pertama Hari Literasi Internasional dilaksanakan sejak tahun 1967.
Tema Peringatan Hari Literasi Internasional 2025
Tahun ini, Hari Literasi Internasional mengusung tema "Promoting literacy in the digital era", bila diartikan dalam bahasa Indonesia adalah "Mempromosikan literasi di era digital".
Digitalisasi telah mengubah cara kita belajar, hidup, bekerja, dan bersosialisasi, baik secara positif maupun negatif.
Meskipun perangkat digital dapat membantu memperluas kesempatan belajar bagi kelompok-kelompok marginal, pergeseran digital ini juga berisiko menciptakan marginalisasi ganda yakni eksklusi tidak hanya dari pembelajaran literasi tradisional tetapi juga dari manfaat era digital.
Digitalisasi juga menimbulkan kekhawatiran lain, termasuk masalah privasi, pengawasan digital, bias yang diperkuat, etika, risiko konsumsi pasif, dan dampak lingkungan.
Untuk itu, literasi adalah kunci untuk menjadikan transformasi ini inklusif, relevan, dan bermakna.
Selain membaca dan menulis di atas kertas, literasi di era digital memungkinkan masyarakat untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, menciptakan, mengomunikasikan, dan berinteraksi dengan konten digital dengan aman dan tepat.
Literasi juga berperan penting dalam menumbuhkan pemikiran kritis, memilah informasi yang kredibel, dan menavigasi lingkungan informasi yang kompleks.
Cara Merayakan Hari Literasi Internasional
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk turut merayakan peringatan Hari Literasi Internasional dan berkontribusi pada peningkatannya.
Beberapa di antaranya meliputi:
1. Mengadakan Kegiatan Membaca Bersama
- Ajak teman, keluarga, atau komunitas untuk membaca buku bersama.
- Bisa dilakukan secara daring (online) atau luring (tatap muka).
- Tema buku bisa disesuaikan dengan usia atau isu sosial tertentu (misalnya: kesetaraan, pendidikan, lingkungan).
2. Donasi Buku
- Sumbangkan buku ke perpustakaan sekolah, taman baca, atau komunitas yang membutuhkan.
- Bisa juga menggalang donasi buku secara online.
3. Menulis Cerpen, Puisi, atau Esai
- Dorong anak-anak, siswa, atau komunitas menulis karya literasi bertema “Pentingnya Membaca” atau “Literasi Membuka Dunia”.
- Karya-karya ini bisa dipublikasikan di media sosial atau dibukukan secara kolektif.
4. Kegiatan Literasi Digital
- Ajarkan cara mengenali informasi yang kredibel di internet.
- Ajak siswa atau peserta mengenali hoaks dan belajar menggunakan teknologi untuk mendukung belajar yang literat.
5. Kampanye di Media Sosial
- Gunakan tagar seperti #HariLiterasiInternasional, #LiterasiUntukSemua, atau #LiterasiMembukaDunia.
- Bagikan kutipan favorit dari buku, foto kegiatan membaca, atau opini tentang pentingnya literasi.
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.