Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dari Kertanegara, Prabowo Tegaskan Posisi Indonesia di Forum BRICS

Dari Kertanegara, Prabowo bicara tegas di BRICS. Indonesia tolak standar ganda, siap perkuat kerja sama global. Apa isi sikapnya?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
zoom-in Dari Kertanegara, Prabowo Tegaskan Posisi Indonesia di Forum BRICS
Tim Media Presiden
BRICS - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengikuti BRICS Leaders Virtual Meeting dari kediaman Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (8/9/2025). Ia menegaskan komitmen Indonesia terhadap kerja sama multilateral dan menolak standar ganda hukum internasional. 

Ringkasan Utama

Presiden Prabowo Subianto mengikuti BRICS Leaders Virtual Meeting dari kediaman Kertanegara, menyampaikan sikap Indonesia terhadap tantangan global, menolak standar ganda hukum internasional, dan menegaskan komitmen kerja sama multilateral.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting dari kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (8/9/2025).

Dalam forum tingkat tinggi tersebut, Prabowo menyampaikan pandangan Indonesia mengenai tantangan global, menekankan pentingnya kerja sama multilateral, serta menyoroti praktik standar ganda dalam penerapan hukum internasional.

BRICS, yang berdiri sejak 2009, merupakan kelompok negara berkembang berpengaruh—Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan—dengan tujuan memperkuat kerja sama ekonomi, politik, dan multilateral di tingkat global. Dalam beberapa tahun terakhir, BRICS menjadi sorotan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena dinilai berpotensi menantang dominasi dolar AS dan tatanan ekonomi Barat, terutama melalui dorongan transaksi lintas negara tanpa menggunakan mata uang dolar. Indonesia sendiri telah resmi bergabung sebagai anggota penuh BRICS sejak 6 Januari 2025.

Pertemuan virtual tersebut diikuti oleh sejumlah kepala negara dan pejabat tinggi dari negara anggota dan mitra BRICS, termasuk Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta pemimpin dari Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan India.

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden Lula membuka forum dengan pandangan strategis mengenai arah kerja sama BRICS. Presiden Xi dan Presiden El-Sisi menyusul dengan penekanan pada solidaritas global. Presiden Prabowo berbicara pada urutan keempat, menyampaikan sikap Indonesia terhadap dinamika geopolitik dan ekonomi dunia yang semakin kompleks.

“Kita harus menjunjung tinggi keterbukaan, melanjutkan koordinasi dan kerja sama erat di dunia yang penuh ketidakpastian ini, dengan standar ganda, bahkan rangkap tiga, di mana hukum internasional diabaikan setiap hari,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Baca juga: IHSG Langsung Anjlok Setelah Prabowo Lakukan Reshuffle Kabinet Merah Putih

Ia menekankan bahwa negara-negara kecil kerap menghadapi intimidasi dan tekanan dari kekuatan besar, sementara perdagangan dan keuangan digunakan sebagai alat politik.

Dalam konteks tersebut, Prabowo menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap berbagai inisiatif BRICS dan mengapresiasi kepemimpinan Presiden Lula.

“Indonesia berkomitmen untuk bekerja lebih erat dengan seluruh negara BRICS,” tegasnya.

Forum BRICS menjadi wadah strategis untuk membahas stabilitas ekonomi global, reformasi sistem multilateral, dan prospek pertumbuhan di tengah ketidakpastian geopolitik. Partisipasi aktif Indonesia mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran global dan menjalin kemitraan strategis yang inklusif, setara, dan berkelanjutan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas