Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tak Mau Lambat, Prabowo Minta Semua Proyek Dipercepat Tanpa Ribet Regulasi

Prabowo meminta seluruh program pemerintah, khususnya di sektor pangan dan kelautan, dipercepat tanpa hambatan birokrasi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Tak Mau Lambat, Prabowo Minta Semua Proyek Dipercepat Tanpa Ribet Regulasi
Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews.com
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, Presiden menekankan agar pelaksanaan program tidak terhambat oleh urusan administratif atau regulasi yang berbelit. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh program pemerintah, khususnya di sektor pangan dan kelautan, dipercepat tanpa hambatan birokrasi. 

Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, Presiden menekankan agar pelaksanaan program tidak terhambat oleh urusan administratif atau regulasi yang berbelit.

“Arahan beliau, semua program harus dipercepat. Tidak boleh ada hambatan hanya karena alasan ‘kertas’ atau aturan teknis. Termasuk soal pangan, harus segera jalan,” ujar Zulhas.

Zulhas menyebut, pemerintah tengah mengoptimalkan lahan pertanian dan mempercepat pembangunan sawah baru di sejumlah daerah, seperti Wanam di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. 

Di Wanam, pembangunan pelabuhan sudah hampir rampung, namun masih terkendala tata ruang.

“Kita akan percepat perubahan fungsi tata ruang agar proyek bisa segera dilanjutkan,” katanya.

Baca juga: Menanti Nasib Eko Patrio & Uya Kuya di DPR, Bakal Dinonaktifkan Seperti Nafa Urbach? Ini Kata Zulhas

Rekomendasi Untuk Anda

Selain sektor pangan, Presiden juga mendorong percepatan program Koperasi Desa Merah Putih dan pembangunan 100 desa nelayan hingga akhir tahun ini. 

Menurut Zulhas, program ini tak hanya menyasar kebutuhan karbohidrat, tetapi juga protein masyarakat.

“Desa nelayan juga dipercepat. Ini bukan sekadar proyek, tapi percepatan untuk pemenuhan gizi masyarakat,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga menargetkan pembangunan tambak seluas 20.000 hektar pada tahun depan, sebagai bagian dari target jangka panjang 70.000 hektar. 

Menteri Kelautan dan Perikanan diminta segera mengeksekusi program tersebut.

“Presiden ingin 20.000 hektar tambak bisa selesai tahun depan. Ini bagian dari strategi besar ketahanan pangan dan protein nasional,” kata Zulhas.

Langkah percepatan ini disebut sebagai bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk memastikan program-program strategis berjalan tanpa hambatan birokrasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas