Tani Merdeka soal Reshuffle: Momentum Perbaikan, Bukan Sekadar Ganti Kursi
Tani Merdeka soroti reshuffle kabinet sebagai momentum perbaikan tata kelola, bukan sekadar rotasi jabatan. Apa makna strategisnya?
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Acos Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merombak susunan Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9/2025) mendapat sorotan dari berbagai kalangan, termasuk organisasi Tani Merdeka Indonesia.
Ketua Umum Tani Merdeka, Don Muzakir, menyebut reshuffle ini sebagai momentum strategis untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, khususnya dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Kami dari Tani Merdeka Indonesia mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo. Beliau tentu memiliki pertimbangan matang, dan kami yakin reshuffle ini akan membawa kebaikan bagi bangsa, khususnya bagi para petani dan sektor pangan yang menjadi prioritas,” ujar Don dalam keterangan resminya, Selasa (9/9/2025).
Don menekankan bahwa reshuffle kabinet bukan sekadar pergantian kursi, melainkan bagian dari strategi percepatan pembangunan nasional. Ia berharap para menteri yang baru dilantik memiliki visi yang kuat, mampu bekerja cepat, dan dekat dengan kebutuhan rakyat.
“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Reshuffle ini Insya Allah akan menjadi momentum baru untuk memperkuat juga sektor pertanian dan mengawal cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tambahnya.
Tani Merdeka Indonesia merupakan organisasi petani yang didirikan pada tahun 2023 oleh Don Muzakir. Organisasi ini dikenal aktif mengadvokasi isu-isu pertanian dan kesejahteraan petani, serta memiliki jaringan di ribuan desa.
Secara terbuka, Tani Merdeka menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto, dan menjadikan wajah Prabowo sebagai simbol utama dalam logo organisasi. Meski memiliki afiliasi politik, Tani Merdeka menyatakan fokus utamanya adalah memperjuangkan kedaulatan pangan dan keberdayaan petani.
Baca juga: Purbaya Janji Ekonomi Indonesia Bisa Cerah 3 Bulan Lagi, Said Didu Wanti-wanti: Jangan Jemawa
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle terhadap lima posisi menteri dalam Kabinet Merah Putih. Di antaranya adalah Menteri Keuangan, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Selain itu, satu kementerian baru turut diperkenalkan, yakni Kementerian Haji dan Umrah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa reshuffle dilakukan sebagai hasil evaluasi berkelanjutan oleh Presiden.
“Atas berbagai perkembangan masukan dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh bapak presiden, maka pada sore hari ini sekaligus bapak presiden memutuskan untuk melakukan perubahan susunan kabinet merah putih pada beberapa jabatan kementerian,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Istana Negara.
Dengan formasi baru ini, Tani Merdeka Indonesia berharap kebijakan yang menyangkut sektor pertanian tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek keberdayaan petani, akses pasar, dan perlindungan terhadap sumber daya pangan nasional.
Baca tanpa iklan