Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Siapa yang Menanggung Biaya Pengobatan Siswa yang Keracunan MBG?

Sudah ada ribuan siswa yang keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Siapa yang Menanggung Biaya Pengobatan Siswa yang Keracunan MBG?
Tribunnews.com/Rina Ayu
KERACUNAN MASSAL MBG. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis di kecamatan Cipongkor sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Insiden terkait keamanan pangan itu berdampak pada 1.000-an penerima manfaat yang terdiri dari siswa SD – SMK. Merespons status itu Badan Gizi Nasional buka suara. Hal itu disampaikan wakil kepala BGN Nanik S Deyang saat ditemui di kawasan Cibubur, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025).   

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Merujuk data hingga 22 September 2025, tercatat 4.711 penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami keracunan.

Data tersebut belum termasuk kejadian massal terbaru di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang korbannya menyentuh angka 1.000 orang.

Para korban ada yang mengalami gejala ringan hingga sedang. Ada yang dirawat jalan hingga harus dirawat di rumah sakit (RS).

Lalu siapa yang menanggung biaya pengobatan para korban?

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak akan membebani orang tua, pihak sekolah maupun pemerintah daerah dalam hal pembiayaan pengobatan penerima manfaat MBG yang mengalami keracunan.

Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyatakan BGN menanggung semua biaya pengobatan itu.

"Kami tidak membebani orang tua, pemerintah daerah, jadi pihak rumah sakit memanggil kami ke BGN (untuk membayar tagihan," kata dia saat ditemui di Cibubur, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menerangkan biaya untuk menanggung korban ini berasal dari dana operasional BGN yang memang disiapkan untuk menghadapi berbagai kejadian terkait insiden pangan.

"Kami sediakan dana sepenuhnya dari BGN, semua ditanggung (biaya pengobatan)," tutur Nanik.

Seperti kejadian di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, BGN merogoh kocek hingga Rp350 juta untuk membayar tagihan RS.

"Kami bayar semua, bahkan kemarin berapa miliar sudah kami siapkan," urai dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas