Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Aktivitas Belajar-Mengajar di Ponpes Al Khoziny Dihentikan Sementara

Keputusan ini diambil menyusul insiden ambruknya bangunan mushala di lingkungan ponpes yang menewaskan sejumlah orang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Aktivitas Belajar-Mengajar di Ponpes Al Khoziny Dihentikan Sementara
dokumentasi Kementerian PU
DIHENTIKAN SEMENTARA - Petugas menggunakan alat berat membersihkan reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025). Kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, kini dihentikan sementara.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyatakan kegiatan belajar mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, untuk sementara dihentikan. 

Keputusan ini diambil menyusul insiden ambruknya bangunan mushala di lingkungan ponpes yang menewaskan sejumlah orang.

"Jadi sementara dihentikan," kata Cak Imin di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra IV No. 23, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025). 

Cak Imin mengungkapkan, pemerintah melalui Kementerian Sosial atau Kemensos juga sudah bergerak memberikan trauma healing. 

"Sudah. Kemensos bergerak ke pihak swasta, LSM juga bergerak, kita juga bergerak terus," ujarnya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, dirinya telah memerintahkan pemerintah daerah setempat untuk memberikan trauma healing. 

"Saya perintahkan juga ke jajaran Pemda dan gubernur juga untuk trauma healing tuntas sampai ke keluarga," ungkap Cak Imin. 

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui, Senin (29/9/2025), musala Ponpes Al Khoziny roboh usai tertimpa bangunan baru berlantai dua setengah yang berdiri tepat di atasnya. 

Baca juga: 6 Poin Pernyataan Ponpes Al Khoziny Berkait Tragedi Bangunan Ambruk yang Menewaskan 67 Santri

Peristiwa nahas itu terjadi saat sejumlah santri putra tengah melaksanakan salat asar berjemaah. 

Kekinian, akibat insiden tersebut sebanyak lebih dari 66 orang yang notabene merupakan santri dikabarkan meninggal dan sudah dievakuasi.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas